Perencanaanaudit awal ( initial audit planning) melibatkan empat hal, yang semuanya harus dilakukan lebih dulu dalam audit : Auditor memutuskan apakah akan menerima klien baru atau terus melayani klien yang ada sekarang. Auditor mengidentifikasi mengapa klien menginginkan atau membutuhkan audit. Untuk menghindari kesalahpahaman, auditor harus
Jakarta - Dalam dunia bisnis, setiap pengusaha wajib memiliki perencanaan yang matang dan terstruktur. Sebab, perencanaan yang baik dapat memberikan hasil positif bagi masih ada sejumlah pengusaha yang belum memiliki perencanaan dengan matang. Biasanya, mereka hanya bermodalkan tekad yang kuat namun tak diiringi perhitungan ke depannya. Lantas, usaha yang dijalankan bisa mengalami kerugian bahkan bagaimana cara membuat perencanaan yang baik dan matang? Lalu apa sih sebenarnya fungsi perencanaan itu? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini. Menurut Robbins dan Coulter yang dikutip dari buku Pengantar Manajemen oleh Ernie Trisnawati, perencanaan adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi. Setelah itu, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, lalu yang terakhir merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga mencapai dalam buku Administrasi Pemerintahan dalam Pembangunan oleh Soewarno Handayaningrat, perencanaan adalah usaha dasar dan pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan, di dalam, dan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan menurut Hadari Nawawi dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia, perencanaan adalah proses pemilihan dan penetapan tujuan, strategi, metode, anggaran, dan standar tolak ukur keberhasilan suatu perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan. Jadi sebelum melaksanakan suatu pekerjaan, sebaiknya dibuat perencanaan terlebih dahulu agar tertata rapi dan pekerjaan lebih cepat dan Fungsi PerencanaanMembuat perencanaan yang matang dalam menjalankan sebuah bisnis tentu memiliki tujuan yang bermanfaat. Dijelaskan dalam buku Pengantar Manajemen oleh Ernie Trisnawati, berikut sejumlah tujuan dari Memberikan PengarahanTujuan pertama dari dibuatnya perencanaan adalah untuk memberikan pengarahan yang baik dan terarah untuk manajer maupun karyawan. Selain itu, adanya perencanaan membuat karyawan dapat mengetahui target apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dari adanya perencanaan, hal ini bisa menyebabkan organisasi atau individu akan bekerja kurang maksimal dan sesuka hati. Hal ini membuat kinerja perusahaan jadi kurang efisien dan target sulit Mengurangi KetidakpastianHadirnya perencanaan juga bertujuan untuk mengurangi hal-hal yang tidak pasti. Bila seorang manajer membuat sebuah rencana, ia dipaksa harus melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan apa yang terjadi, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, serta menyusun rencana untuk menghadapi Meminimalisir PemborosanDengan menerapkan perencanaan, perusahaan dapat meminimalisir terjadinya pemborosan terutama dalam hal biaya. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efisien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, hadirnya perencanaan yang matang membuat manajer bisa mengidentifikasi dan menghapus mana hal-hal yang menyebabkan laju perusahaan jadi terhambat serta biaya yang tidak Menetapkan Tujuan StandarTerakhir, tujuan dari perencanaan adalah untuk menetapkan tujuan standar perusahaan. Jadi, perencanaan yang matang membuat perusahaan lebih mudah dalam melakukan pengawasan dan evaluasi perusahaan dalam periode tertentu. Dalam hal ini, evaluasi adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada, tanpa adanya perencanaan maka manajer tak bisa menilai kinerja penjelasan di atas merupakan tujuan perencanaan, lantas apa fungsi dari perencanaan? Dijelaskan dalam e-Jurnal Perencanaan Suatu Analisis Terhadap Fungsi Administrasi oleh Muh. Zainal, berikut sejumlah fungsi perencanaanMembantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan sejumlah perubahanMembantu dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi perusahaanMemungkinkan manajer untuk memahami keseluruhan gambaran perusahaan secara lebih jelasMembantu penetapan tanggung jawab yang tepat di dalam perusahaanMeminimalisir pekerjaan yang tidak pasti dan menghemat biayaMemudahkan dalam melakukan koordinasi dalam berbagai bagian perusahaanCara Membuat PerencanaanMembuat perencanaan yang efektif perlu ditambahkan dengan niat dan harus konsisten. Namun tak hanya itu, ada sejumlah tahapan yang perlu detikers ketahui untuk membuat perencanaan yang matang. Dijelaskan dalam buku Konsep dan Kajian Ilmu Perencanaan oleh Taufiqurokhman, berikut cara membuat Perencanaan TertulisHal pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan secara tertulis. Dari sini detikers bisa menulis bagaimana harus memulainya, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta menandai rencana yang sudah dicapai. Cara ini terbilang cukup efektif agar kamu semakin fokus dan yakin bahwa perencanaan ke depannya semakin Menentukan GoalSelain membuat perencanaan, tentukan juga goal yang ingin dicapai dalam susunan perencanaan. Dengan menentukan goal, detikers dapat mengetahui hal apa sayang yang ingin dicapai ke Susun Sesuai Tugas dan Tanggung JawabJangan lupa untuk menyusun perencanaan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Hal ini agar setiap karyawan maupun manajer dapat mencapai targetnya dengan memiliki rasa tanggung jawab di dalam Tentukan PrioritasDalam menyusun perencanaan yang baik, selalu tentukan prioritas agar bisa membagi waktu dengan baik. Jadi bila ada pekerjaan tambahan yang tiba-tiba muncul, detikers bisa mengerjakannya secara efektif dan tidak mengganggu pekerjaan Lakukan ReviewBila telah menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana, lakukan sedikit review pada list yang sudah dibuat dan mengecek kembali pekerjaan yang telah diselesaikan. Lakukan analisa apakah seluruh pekerjaan sudah dilakukan dengan benar atau belum, jika ternyata ada yang salah segera diperbaiki agar tidak mengganggu Batas WaktuTerakhir, selalu berikan batas waktu dalam menyusun perencanaan yang matang. Dalam hal ini, detikers bisa menentukan secara langsung kurun waktu untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan, baik dalam hitungan jam atau Mengukur Efektivitas Suatu PerencanaanDijelaskan dalam e-Jurnal milik Mokhamad Dedy Setyawan dari Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Semarang, ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menilai efektivitas perencanaan, kriterianya sebagai berikut1. KegunaanAgar perencanaan dapat berjalan maksimal, maka dalam pelaksanaannya suatu perusahaan harus fleksibel, stabil, sederhana, dan berkesinambungan. Semakin besar sebuah organisasi, maka diperlukan perencanaan yang matang dan lebih Ketepatan dan ObjektifPerencanaan juga perlu dilakukan evaluasi guna mengetahui apakah suatu rencana jelas, ringkas, nyata, dan akurat. Sebab, berbagai keputusan dan kegiatan perusahaan hanya efektif bila didasarkan perencanaan yang tepat dan Ruang LingkupSelain itu, perencanaan perlu memperhatikan sejumlah prinsip seperti kelengkapan, kepaduan, dan konsistensi. Misalnya, seberapa luas cakupan rencana yang dimiliki perusahaan? Lalu menyangkut kegiatan apa saja di dalam rencana tersebut?4. Efektivitas BiayaDalam hal ini efektivitas biaya perencanaan menyangkut waktu, usaha, dan aliran emosional. Bila rencana semakin terstruktur dan rapi, maka ke depannya dapat menghemat biaya pengeluaran perusahaan5. AkuntabilitasDi dalam perencanaan terdapat dua aspek akuntabilitas, yaitu tanggung jawab atas pelaksanaan perencanaan dan tanggung jawab atas implementasi rencana. Agar suatu rencana dapat berjalan efektif maka harus mencakup Ketepatan WaktuTerakhir, perencanaan yang efektif harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Namun, rencana yang dibuat secara matang seringkali tak berjalan mulus karena ditemukan banyak perubahan dan kendala seiring waktu, alhasil rencana sulit tercapai dan tak tepat itu dia detikers penjelasan mengenai perencanaan beserta pengertian, fungsi, tujuan, cara membuat perencanaan, dan cara mengukur efektivitas suatu perencanaan. Jadi, apabila detikers ingin mendirikan suatu perusahaan atau organisasi sebaiknya lakukan perencanaan yang efektif dan matang. Simak Video "Kata CEO soal TikTok Bakal Investasi Rp 149 Triliun ke Indonesia" [GambasVideo 20detik] ilf/fdsProsesAudit yang akan dijabarkan adalah Proses Audit yang biasa dilakukan oleh Auditor Eksternal. Berikut enam langkah dalam Proses Audit secara umum: Table of Contents 1 1. Meminta Dokumen yang Dibutuhkan 2 2. Mempersiapkan Rencana Proses Audit 3 3. Menjadwalkan Rapat Terbuka 4 4. Mulai Melakukan Kerja Lapangan 5 5. Menyusun Laporan 6 6.
Pengertian Perencanaan – Fungsi, Proses, Manfaat, Tujuan & Contoh– – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Perencanaan yang dimana dalam hal ini meliputi fungsi, Proses, manfaat, tujuan & contoh, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya di bawah ini. perencanaan Proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan adalah proses penentuan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dan bagaimana cara terbaik untuk melakukan hal tersebut dan Pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa. Perencanaan adalah proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain; pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Tahap Dasar Perencanaan Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini. Tahap 1 Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja. Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya – sumber dayanya secara tidak efektif. Tahap 2 Merumuskan keadaan saat ini Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melalui komunikasi dalam organisasi. Tahap 3 Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalah bagian esensi dari proses perencanaan. Tahap 4 Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik paling memuaskan diantara berbagai alternatif yang ada. Tujuan Perencanaan Tujuan perencanaan,di dalamnya menggambarkan lingkungan di mana perencanaan berlangsung, kita melanjutkan untuk membahas mengapa perencanaan tindakan dilakukan. Ultimate tujuan tidak dapat dinilai dari dalam sistem ada kebutuhan untuk mengandalkan kriteria luar untuk mengevaluasi tujuan tersebut. Kami akan membatasi diskusi kita untuk presentasi tujuan tersirat dalam perencanaan usaha. Dapat di lihat tujuan utama dari perencanaan tujuan eksternal, tidak untuk hal-hal substantif keperluan internal seperti pembaruan perkotaan, hubungan harmonis penggunaan lahan, atau paling output menguntungkan. Perencanaan sudah bekerja selama beberapa alasan, salah satu saja yang dapat melayani secara mandiri atau dalam kombinasi dengan yang lain sebagai tujuan perencanaan. Kritik terhadap khasiat, arah, dan nilai perencanaan kontemporer harus mengakui kemungkinan seperti berbagai perspektif, mereka kemudian mungkin akan melihat bahwa berarti dalam pertanyaan yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Ada kelas tujuan tampaknya. Yang pertama adalah efisiensi dan tindakan rasional, yang kedua adalah ditandai bantuan atau penggantian, dan ketiga dapat diberi label mengubah atau pilihan pelebaran. Efisiensi dan tindakan rasional. Dalam dunia kelangkaan ada kebutuhan untuk melestarikan sumber daya dan juga untuk mengalokasikan mereka secara efisien. Pasar bantuan atau penggantian. Perencanaan akan menjadi sedikit, jika ada, gunakan untuk sebuah lingkungan di mana pasar, terbuka benar-benar kompetitif baik politik atau ekonomi dioperasikan dengan sempurna. Pasar seperti itu akan berarti bahwa kedua pembeli dan penjual tahu sepenuhnya nilai relatif dari waktu ke waktu dari item dan layanan yang mereka dicari dan dimiliki, dibeli dan dijual, dan semua alternatif yang mereka miliki. Perubahan atau pelebaran pilihan. Mengingat kelangkaan, sosial dan pilihan individu harus dibuat tentang cara di mana sumber daya harus dialokasikan bagaimana, kapan, kepada siapa, untuk tujuan apa, dan dalam kombinasi tersebut. Perencanaan dapat berfungsi sebagai wahana untuk penggambaran solusi utopis. Proses Perencanaan Perencanaan dimulai dari perumusan tujuan, penggumpulan data, kemudian data-data tersebut dianalisis, membuat alternatif dan konsep kemudian diimplementasikan dan akan menghasilkan tujuan baru. Perumusan tujuan dapat dicapai bila ada kecukupan data / representasi dan kejelasan yang terukur spesifik meliputi Aspek Substansi, Ruang Lokasi /tempat, Sumber Daya sumber daya manusia mengenai keahlian atau pengetahuan khusus dari tiap orang, sumber daya modal merupakan kebutuhan dalam proses perencanaan dan sumber daya waktu, durasi waktu, berapa lama hasil yang akan dicapai. Bila semakin terbatas sumber daya maka semakin banyak perencanaan yang harus dibuat untuk mensejahterakan penduduk. Proses perencanaan merupakan rangkaian kegiatan yang berkaitan satu dengan yang lain / saling menunjang dalam mencapai tujuan di masa yang akan datang. Proses perencanaan yang berkelanjutan membutuhkan sebuah perencanaan yang matang, penempatan, dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan, sasaran perencanaan dapat ditentukan oleh seorang planner / pemerintah. Perencanaan dibuat berdasarkan data yang Relevan dengan tujuan aspek, ruang, waktu, sumber dana Akurasi tepat merupakan analisis sendiri data primer, maupun data berdasarkan sumbernya data sekunder Kemudian dianalisis menjadi sebuah informasi yang akurat sebagai penentu penyelenggaraan suksesnya sebuah perencanaan. Sebuah rencana dapat dikatakan sukses bila hasil akhirnya mencapai tujuan yang diharapkan, diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Namun bila terjadi hambatan dalam perencanaan, konsekuensinya perlu adanya tambahan waktu demi tercapainya hasil yang lebih baik, yang merupakan suatu kemajuan pembangunan dimasa mendatang. Manfaat Perencanaan Adapun manfaat perencanaan yaitu Suatu bentuk perencanaan dapat membuat pelaksanaan tugas menjadi tepat dan kegiatan tiap unit akan terorganisir dengan baik menuju arah yang sama. Suatu perencanaan yang disusun dari penelitian yang akurat akan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Suatu perencanaan memuat standar atau batasan tindakan dan biaya akan memudahkan pelaksanaan pengawasan. Perencanaan bisa dipakai sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan sehingga aparat pelaksana mempunyai irama atau gerak dan pandangan yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan. Fungsi Perencanaan Fungsi perencanaan pada dasarnya ialah suatu proses pengambilan keputusan sehubungan dengan hasil yang diinginkan, dengan penggunaan sumber daya dan pembentukan suatu sistem komunikasi yang memungkinkan pelaporan dan pengendalian hasil akhir serta perbandingan hasil-hasil tersebut dengan rencana yang dibuat. Banyak kegunaan dari pembuatan perencanaan yakni terciptanya efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan perusahaan dapat melakukan koreksi atas penyimpangan sendini mungkin, mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul menghindari kegiatan, pertumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan terkontrol. Baca Juga Penjelasan Unsur Tingkatan Manajemen Sebagai Ilmu Karakteristik Perencanaan Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah perencanaan adalah sebagai berikut Pencapaian tujuan Dalam melakukan perencanaan komponen utama yang diiginkan adalan untuk mencapai tujuan yang diiginkan. Latihan pilihan Perencanaan adalah proses untuk menentukan masa depan melalui serangkaian pilihan-pilihan pilihan alternatif Orientasi ke masa depan Waktu merupakan sumber daya untuk menentukan berapa lama hasil yang akan dicapai, karena itu berorientasi masa depan. Masing-masing tujuan utama perencanaan menyiratkan suatu kebutuhan di masa kini untuk informasi tentang masa depan. Perkiraan tatapan masa depan juga penting. Selain itu, perencanaan mencakup biaya untuk menetapkan tujuan ditangguhkan kepuasan dan kerugian yang timbul dari tindakan ditunda. Tugas menghitung tingkat bunga dengan demikian secara implisit mencakup perencanaan. Action Perencanaan digunakan untuk mendatangkan hasil. Ini adalah langkah dalam rantai berakhir berarti mengarah pada apa yang diinginkan. Kelengkapan Perencanaan berfungsi untuk menghubungkan komponen-komponen dari suatu sistem. Untuk memungkinkan para pengambil keputusan untuk memilih secara rasional di antara program-program alternatif, para perencana harus menggelincirkan sepenuhnya konsekuensi proposal. Dalam dunia pengetahuan yang tidak sempurna persyaratan ini harus diimbangi dengan tindakan. Unsur Perencanaan Tindakan apa yang harus dikerjakan Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan Dimana tindakan tersebut dilakukan Kapan tindakan tersebut dilakukan Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut. Fakta dan Nilai Analisis nilai dalam proses perencanaan dan tanggung jawab dalam menghadapi nilai-nilai sebagai landasan filosofis perbedaan antara fakta dan nilai. Fakta adalah pernyataan deskriptif yang melibatkan definisi dan dalil-dalil, serta hubungan. Ini adalah sebuah pernyataan tentang kebenaran hubungan. “X adalah Y” adalah salah satu bentuk karakteristik pernyataan faktual. Dan nilai dapat dinyatakan sebagai pernyataan moral, atau sebagai pernyataan preferensi, kriteria, atau tujuan-tujuan yang lebih khusus. Namun, fakta dan nilai berkaitan erat. Pemisahan fakta dan nilai sendiri membutuhkan asumsi-asumsi tertentu Pernyataan faktual dan analisis mereka selalu mencerminkan nilai-nilai Pengalaman menunjukkan bahwa nilai-nilai kita yang diwarnai oleh pemahaman kita tentang fakta-fakta Kita dapat membuat pernyataan faktual tentang nilai-nilai distribusi dalam kelompok tertentu Baca Juga Pengertian Manajemen Laba Menurut Para Ahli Alasan-alasan Perlunya Perencanaan Ada dua alasan perlunya perencanaan. Perencanaan dilakukan untuk mencapai “Protective benefits” dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan “Positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi Hubungan Perencanaan dengan fungsi-fungsi lainnya Dalam banyak hal, perencanaan adalah fungsi yang paling dasar dan meresap keseluruh fungsi-fungsi manajemen lainnya. Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatanb-kegiatan manajerial lainnya adalah saling bergantung, saling berhubungan dan berinteraksi. Pengorganisasian dan penyusunan personalia Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumberdaya-sumberdaya keuangan, fisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukan cara dan perkiraan bagaimana menggunakan sumberdaya-sumberdaya tersebut untuk mencapai efektifitas paling tinggi. Pengarahan Fungsi pengarahan selalu berkaitan erat dengan perencanaan. Perencanaan menentukan kombinasi yang paling baik dari factor-faktor, kekuatan-kekuatan, sumberdaya-sumberdaya dan hubungan-hubungan yang diperlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan. Pengawasan Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan erat, sehingga sering disebut kembar siam dalam manajemen. Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif. Tipe-tipe Perencanaan dan Rencana Perencanaan dan rencana dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara yang berbeda. Cara pengklasifikasian perencanaan akan menentukan isi rencana dan bagaimana rencana itu dilakukan. Ada paling sedikit lima dasar pengklasifikasian rencana-rencana, sebagai berikut Bidang fungsional, mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan dan personalia. Tingkatan Organisasi, termasuk kelesuruhan organisasi atau satuan-satuan kerja organisasi. Karakteristik – Karakteristik sifat rencana, meliputi factor-faktor kompleksitas, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitas dan kulaitatif. Waktu, menyangkut rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Unsur-unsur rencana, dalam wujud anggaran, program, prosedur, kebijaksanaan, dan sebagainya. Baca Juga Penjelasan Manajemen Beserta Tujuan Dan Unsur-Unsurnya Rencana-rencana Strategik Suatu perencanaan ke depan yang ditetapkan untuk dijadikan pegangan, mulai dari tingkat korporet sampai pada tingkat unit bisnis, produk dan situasi pasar. Perencanaan strategi merupakan strategi induk dari manajemen strategi yaitu visi , misi, tujuan strategi dan kebijakan. Tujuan Perencanaan Strategik Mengukur dan memanfaatkan kesempatan /peluang sehingga mampu mencapai keberhasilan. Membantu meringankan beban manajer dalam tugasnya menyususn dan mengimplementasikan manajemen strategi. Agar lebih terlebih terorganisasikan aktivitas-aktivitas yang dilakukan. Sebagai landasan untuk memonitor perubahan – perubahan yang terjadi, sehingga dapat dilakukan penyusaian . Sebagai cermin atau evaluasi perencanaan selanjutnya sehingga bisa menjadi bahan penyempurnaan. Rencana-rencana Sekali Pakai Serangkaian kegiatan terperinci yang kemungkinan tidak berulang dalam bentuk yang sama di waktu mendatang. Tipe-tipe pokok rencana sekali pakai adalah program, proyek dan anggaran. Program meliputi serangkaian kegiatan yang relatif luas. Program menunjukkan Langkah-langkah pokok mencapai tujuan, Satuan /anggota organisasi yang bertanggung jawab atas setiap langkah, Urutan dan waktu setiap langkah. Program dapat disertai anggaran bagi kegiatan-kegiatan yang diperlukan Proyek, adalah rencana sekali pakai yang lebih sempit dan merupakan bagian terpisah dari program Anggaran, adalah laporan sumber daya keuangan yang disusun untuk kegiatan-kegiatan tertentu dalam jangka waktu tertentu. Rencana-rencana Tetap Wujud umum rencana ini adalah kebijaksanaan, prosedur dan aturan. Rencana-rencana ini sekali ditetapkan akan terus diterapkan sampai perlu diubah modifikasi atau dihapuskan. Sekali ditetapkan, rencana tetap memungkinkan para manajer menghemat waktu yang digunakan untuk perencanaan dan pembuatan keputusan karena situasi-situasi yang sama ditangani secara konsisten. Kebijaksanaan Pedoman umum pembuatan keputusan manajer. Alasan penetapan kebijaksanaan Kebijaksaan meningkatkan efektivitas organisasi Cerminan nilai-nilai pribadi manajer pada berbagai aspek organisasi. Upaya menjernihkan berbagai konflik yang terjadi pada tingkat bawah dalam organisasi. Prosedur Standar Kebijaksanaan dilaksanakan dengan pedoman-pedoman yang lebih terperinci, disebut “prosedur standar” atau “metoda standar “ atau sering dikenal sebagai “standard operating procedure” SOP. Suatu prosedur memberikan sejumlah intruksi yang terperinci untuk pelaksanaan serangkaian kegiatan yang terjadi secara teratur. Baca Juga 10 Pengertian Dan Manfaat Penerapan Manajemen Pengetahuan Kegunaan prosedur Menghemat usaha manajerial Memudahkan pendelegasian wewenang dan penempatan tanggung jawab Menimbulkan pengembangan metoda-metoda operasi yang lebih efisien Memudahkan pengawasan Memungkinkan penghematan personalia Membantu kegiatan-kegiatan koordinasi Aturan rules atau regulations adalah pernyataan ketentuan bahwa suatu kegiatan tertentu harus atau tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Aturan digunakan untuk mengimplementasikan rencana-rencana lain dan biasanya merupakan hasil kebijaksanaan yang diikuti dalam setiap kejadian. Faktor Waktu dan Perencanaan Faktor waktu mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perencanaan dalam tiga hal, yaitu Waktu diperlukan untuk melaksanakan perencanaan efektif Waktu sering diperlukan untuk melanjutkan setiap langkah perencanaan tanpa informasi lengkap tentang variabel-variabel dan alternatif-alternatif Jumlah atau rentangan waktu yang akan dicakup dalam rencana harus dipertimbangkan Perencanaan Strategik Perencanaan strategic strategic planning adalah proses pemilihan tujuan-tujuan organisasi; penentuan strategi, kebijakasanaan dan program-program strategic yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut; penetapan metoda-metoda yang diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan kebijaksanaa telah diimplementasikan. Secara lebih ringkas perencanaan strategik merupakan proses perencanaan jangka panjang yang disusun dan digunakan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi. Ada tiga alasan yang menunjukan perencanaan strategik. Pertama, perencanaan strategik memberikan kerangka dasar dalam mana semua bentuk-bentuk perencanaan lainnya harus diambil. Kedua, pemahaman terhadap perencanaan strategik akan mempermudah strategik akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencanaan lainnya. Ketiga, perencanaan strategik sering merupakan titik permulaan bagi pemahaman dan penilaian kegiatan-kegiatan manajer dan organisasi. Syarat-Syarat Perencanaan Adapun syarat-syarat perencanaan yaitu Mempunyai tujuan yang jelas. Sifatnya simple atau sederhana. Memuat analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan. Bersifat fleksibel. Mempunyai keseimbangan yaitu keselarasan tanggung jawab dan tujuan tiap bagian dalam perusahaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan. Mempunyai kesan bahwa segala sesutau itu telah tersedia serta bisa digunakan secara efektif dan memiliki daya guna. Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Perencanaan – Fungsi, Proses, Manfaat, Tujuan & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
Sebagailangkah awal untuk menentukan aktivitas produksi yaitu sebagai referensi perencanaan yang lebih rinci dari rencana agregat menjadi item dalam jadwal induk produksi. Sebagai masukan rencana sumber daya sehingga perencanaan sumber daya dapat dikembangkan untuk mendukung perencanaan produksi. Manpower planning atau perencanaan tenaga kerja umumnya dilakukan pada akhir atau awal tahun untuk periode setahun ke depan. HR menganalisis sumber daya manusia SDM yang dimiliki perusahaan dan menghitung perkiraan kebutuhan tenaga kerja baru untuk mendukung rencana bisnis dan tujuan organisasi. Perencanaan ini merupakan proses yang terdiri atas beberapa tahapan untuk menjamin perusahaan memperoleh tenaga kerja berkualitas dengan jumlah yang tepat, di peran/posisi yang tepat, dengan jenis keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan. Berikut ini tahapan perencanaan tenaga kerja perusahaan Penetapan tujuan manpower planningPemetaan SDM perusahaanPerhitungan kebutuhan tenaga kerjaPenetapan rencana ketenagakerjaanRekrutmen dan hiringMenganalisis kesenjangan keterampilanPelatihan dan pengembanganEvaluasiPlatform rekrutmen Glints sebagai bagian dari manpower planning Anda Penetapan tujuan manpower planning Perencanaan tenaga kerja pada dasarnya merupakan bagian dari perencanaan organisasi. Manpower planning tidak berdiri sendiri, sebab kebutuhan SDM muncul karena adanya rencana bisnis perusahaan. Dengan demikian, tujuan manpower planning menyesuaikan dan searah dengan rencana perusahaan. HR melayani kebutuhan personil untuk menjalankan rencana tersebut. Itu sebabnya, langkah pertama adalah mendefinisikan apa tujuan dari perencanaan tenaga kerja, misalnya penambahan produksi, peningkatan penjualan, penggunaan teknologi terbaru, ekspansi usaha, dan seterusnya. Pemetaan SDM perusahaan Tahap selanjutnya adalah pemetaan ketersediaan tenaga kerja yang telah dimiliki perusahaan dengan menganalisis data demografis, seperti jumlah, sebaran, usia menyangkut pensiun, peran dan jabatan, serta upah/gaji. Analisis juga termasuk metrik tenaga kerja, seperti kinerja, produktivitas, turnover, dan retensi karyawan. HR juga menganalisis keterampilan dan kompetensi setiap tenaga kerja. Misalnya, dalam setahun terakhir, apa saja jenis keterampilan atau keahlian baru yang dikuasai karyawan. Perhitungan kebutuhan tenaga kerja HR mencocokkan ketersediaan SDM dengan rencana bisnis ke depan apakah dengan jumlah dan jenis tenaga kerja yang tersedia saat ini telah mencukupi? Jika tidak, berapa personil baru yang dibutuhkan, dan jenis skill apa yang harus ada? Menghitung kebutuhan SDM dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti metode tren, rasio, regresi, Delphi, studi kerja, keputusan manajerial, dan lainnya. Metode ini memberikan hasil berupa prediksi atau perkiraan kebutuhan tenaga kerja baru. Penetapan rencana ketenagakerjaan Setelah semua manajer di setiap departemen menyetujui rencana kebutuhan tenaga kerja, HR menetapkan rencana ketenagakerjaan untuk satu tahun ke depan, termasuk menyusun biaya rekrutmen dan biaya gaji dengan mempertimbangkan kenaikan upah setiap tahun. Rencana ini menjadi pedoman dalam pengisian peran dan jabatan di organisasi. Misalnya, berapa karyawan yang akan promosi ke jabatan baru, dan bagaimana mengisi kekosongan posisi/peran yang ditinggalkan. Rekrutmen dan hiring HR menentukan metode rekrutmen yang paling tepat dengan melihat sejumlah faktor seperti jenis pekerjaan, keterampilan, dan pengalaman yang dibutuhkan. HR juga perlu memahami kondisi pasar tenaga kerja, ketersediaan kandidat bebas, dan persaingan perusahaan dalam mendapatkan karyawan berkualitas. Cara terbaik merekrut adalah menggabungkan beberapa metode, kapan harus menggunakan referensi karyawan, job portal, dan headhunter. Misalnya, saat membutuhkan peran strategis dengan kualifikasi langka, akan lebih efisien dan efektif menggunakan headhunter. Menganalisis kesenjangan keterampilan Setelah kebutuhan tenaga kerja terpenuhi, HR melakukan monitoring sejauh mana keterampilan yang dikuasai setiap karyawan membantu mereka dalam menjalankan peran. HR mengidentifikasi kesenjangan keterampilan antara karyawan yang menonjol dengan karyawan yang kurang terampil, kemudian memberikan pelatihan. Pelatihan dan pengembangan Pelatihan dan pengembangan karyawan ditujukan untuk menjembatani kesenjangan skill antar-karyawan, serta memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap keterampilan baru. Selain berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan, cara ini juga membantu karyawan untuk mengembangkan diri. Evaluasi Tahap terakhir, HR mengevaluasi manpower planning, apa saja yang berjalan sesuai rencana dan apa yang tidak. Evaluasi yang paling penting adalah apakah pelaksanaan rencana ketenagakerjaan tersebut membantu pencapaian rencana bisnis perusahaan. Platform rekrutmen Glints sebagai bagian dari manpower planning Anda Rencanakan biaya rekrutmen yang harus dianggarkan dengan menggunakan jasa platform rekrutmen Glints TalentHunt. Kami menghitung cost per hire berdasarkan gaji karyawan, sehingga mencegah Anda dari ketidakpastian dan pembengkakan biaya. TalentHunt memberi jaminan 90 hari penggantian kandidat baru apabila kinerja karyawan yang direkomendasikan tidak memuaskan. Jadi, tidak ada risiko biaya ganda untuk rekrutmen ulang yang harus Anda tanggung. Proses rekrutmen TalentHunt menggabungkan teknologi AI yang cepat dan cerdas, tim spesialis berdedikasi, dan database lebih dari 4 juta top talent yang telah dikurasi. Lebih dari perusahaan telah menggunakan jasa TalentHunt dengan tingkat kepuasan 8/10. Klik untuk mencoba layanan ini. Cek juga layanan job portal untuk pasang iklan lowongan kerja gratis dan tanpa batas di Ratusan ribu pencari kerja tersedia untuk Anda rekrut di marketplace ini. Penulis Khairina Gabung dengan Komunitas untuk Perusahaan! Dapatkan newsletter gratis kami untuk terus terupadate tentang tren industri dan insight HR di Indonesia dan Asia Tenggara lewat email! Langkah- langkah Penyusunan Perencanaan Usaha 1. Membuat Penelitian 2. Menyusun Tujuan Usaha 3. Membuat Profil Usaha 4. Membuat Komponen Perencanaan Usaha Komponen Evaluasi Hasil Usaha 1. Mencari tahu apakah produk anda memiliki nilai jual? 2. Mencari tahu apakah ada permintaan yang cukup dari pasar? 3. Melakukan riset pasar 4. Latihan Soal Online - Latihan Soal SD - Latihan Soal SMP - Latihan Soal SMA Kategori Semua Soal SMA Prakarya Acak ★ Perencanaan Usaha Tanaman Pangan - Prakarya SMA Kelas 10Langkah pertama yang harus dilakukan saat merencanakan prosedur kerja adalah ……A. menyiapkan bahan dan peralatanB. melakukan proses pengerjaanC. menentukan perencanaan dan jenis produk yang akan dibuatD. menguji karya yang dibuatE. membeli peralatan Pilih jawaban kamu A B C D E Latihan Soal SD Kelas 1Latihan Soal SD Kelas 2Latihan Soal SD Kelas 3Latihan Soal SD Kelas 4Latihan Soal SD Kelas 5Latihan Soal SD Kelas 6Latihan Soal SMP Kelas 7Latihan Soal SMP Kelas 8Latihan Soal SMP Kelas 9Latihan Soal SMA Kelas 10Latihan Soal SMA Kelas 11Latihan Soal SMA Kelas 12Preview soal lainnya Prakarya SMA Kelas 10Contoh produk digital dengan tehnik cetak saring adalah….A. tehnik cukilB. tehnik semprotC. sablonD. digital printingE. tehnik tempa Materi Latihan Soal LainnyaIbadah dan Aqidah - PAI SD Kelas 5IPA Tema 7 SD Kelas 6IPA SD Kelas 4 KD Debit - Matematika SD Kelas 5PAT Fiqih MI Kelas 5Allah Maha Mengetahui - PAI SD Kelas 3 KD Semester Bahasa Mandarin SMP Kelas 7UTS Matematika SMP Kelas 8IPS Tema 6 Subtema 1 SD Kelas 4PAT Bahasa Arab MI Kelas 5Cara Menggunakan Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang Jika halaman ini selalu menampilkan soal yang sama secara beruntun, maka pastikan kamu mengoreksi soal terlebih dahulu dengan menekan tombol "Koreksi" diatas. Tentang Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.Berikutini adalah urutan langkah-langkah dalam menyusun perencanaan yang sangat penting untuk dipelajari. Ini bertujuan agar rencana yang tersusun lebih sistematis serta efektif dan efisien. 1. Menentukan tujuan Langkah pertama yang juga merupakan langkah yang sangat penting adalah menentukan tujuan.
Berikut4 Langkah Penyusunan Perencanaan Usaha Perencanaan yang disusun antara lain adalah proses produksi, perekrutan sumber daya manusia, menyusun strategi pemasaran, mengalahkan pesaing dan lain-lain. Tahap demi tahap akan dilalui secara berurutan mulai dari perencanaan produksi hingga strategi pemasaran. da1Y.