Skalaterkecil yang dimiliki oleh alat ukur penggaris atau mistar ini adalah 1 mm. Adapun ketelitian yang dimilikinya adalah 0,5 mm yang merupakan setengah nilai minimal skala pada penggaris. Sedangkan skala noniusnya merupakan skala yang terdapat pada poros ulir dan satuannya terbagi ke dalam 50 bagian dengan satu buah bagiannya bernilai
Untuk pekerjaan struktur baja biasanya dalam BQ disajikan dalam satuan kg untuk volume profil bajanya. Cara perhitungan volume tersebut adalah dengan cara mengalikan panjang profil baja dengan beratnya per m' panjang. Jangan lupa simak penjelasan dalam artikel kami sebelumnya yang membahas tentang Komponen Utama Bangunan Konstruksi Baja. Profil Baja Untuk bangunan struktur baja biasa terdapat beberapa jenis profil dan ukuran yang sering digunakan. Pada kesempatan ini akan mencoba berbagi tabel berat profil baja per m' untuk tipe profil dan ukuran yang sering digunakan. TABEL BERAT PROFIL BAJA PER M' Jenis Profil Ukuran Berat kg /m' Baja WF Wide Flange Shape 14,00 Baja WF Wide Flange Shape 21,30 Baja WF Wide Flange Shape 29,60 Baja WF Wide Flange Shape 36,70 Baja WF Wide Flange Shape 49,60 Baja WF Wide Flange Shape 137,00 Baja CNP Lipped Channel 6,76 Baja CNP Lipped Channel 5,50 Baja Siku Equal Angle 1,83 Baja Siku Equal Angle 3,77 Baja Siku Equal Angle 5,40 Sedangkan untuk pelat baja ada cara mudah untuk menentukan beratnya. Seperti kita ketahui berat jenis baja BJ baja adalah kg/m3. Maka untuk ketebalan pelat 1 mm beratnya 7,85 kg / m2, demikian juga untuk ketebalan yang lain rumusnya adalah = tebal pelat mm x 7,85 kg/m2. Untuk pelat tebal 5 mm per m2 beratnya adalah = 5 x 7,85 kg/m2 = 39,25 kg/m2. Cara yang sama dapat digunakan untuk pelat dengan ketebalan yang lain. Dengan mengetahui berapa berat masing-masing profil baja maka kita bisa membuat BQ untuk pekerjaan strutur baja dengan mudah.Mistar baja adalah alat ukur dasar pada bengkel kerja mesin. Alat ukur ini dapat dikatakan alat ukur yang kurang presisi, karena ia hanya melakukan pengukuran paling kecil sebesar 0,5 mm tidak dapat dilayani oleh mistar baja. Dengan demikian alat ukur ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pengukuran sampai seperseratus milimeter 0,01 mm. Jenis mistar baja yang dipakai pada bengkel kerja mesin mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya panjang mistar baja adalah 150 mm sampai 300 mm, dengan skala ukur terdiri dari satuan setengah milimeter dan satuan satu milimeter. Dalam bengkel kerja mesin mistar baja ada dua sistem, yaitu sistem metrik dan sistem imperial. Pada sistem imperial untuk satuannya dinyatakan dengan inchi, sedangkan pada sistem metrik satuan dinyatakan dengan milimeter Mistar baja sistem imperial mempunyai ketelitian dari 1/8 inchi, 1/16 inchi, 1/32 inchi dan 1/64 inchi. Dalam bengkel kerja bangku dan kerja mesin biasanya hanya terdapat sampai ketelitian 1/32 inchi. Post Views 274Skalagambar merupakan dasar dari ilmu penggambaran akurat atau cara exact suatu konstruksi bangunan. unit satuan yang digunakan dalam gambar adalah 'cm' (centi meter), sedangkan dilapangan digunakan satuan 'm' (meter). skala 1:100 adalah jika 1 cm dalam ukuran mistar gambar, sama dengan 100 cm atau 1 m dalam ukuran meter tarik. metrik adalah pada satuan waktu, dimana keduanya menggunakan besaran detik, menit dan jam untuk satu satuan waktu. Membicarakan alat ukur pada bengkel kerja mesin, juga berarti membicarakan alat ukur pada kerja bangku, karena bengkel kerja bangku adalah merupakan bagian dari bengkel kerja mesin. Pada bengkel kerja mesin peralatan ukur yang digunakan harus benar-benar presisi, karena benda kerja yang akan diukur adalah benda kerja presisi. Biasanya benda kerja yang dihasilkan pada bengkel kerja mesin adalah benda kerja yang akan digabungkan satu sama lainnya, sehingga menghasilkan peralatan. Untuk dapat saling digabungkan maka ukuran masing-masing benda kerja harus benar- benar presisi. Guna menghasilkan pengukuran yang presisi, maka peralatan ukur, cara memegang alat ukur, dan cara melakukan pengukuran harus benar-benar diketahui secara baik. Di samping itu para pekerja di dalam bengkel kerja mesin harus mengetahui kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam pengukuran. Untuk itulah maka setiap pekerja dalam bengkel kerja mesin harus belajar cara memilih alat ukur dan mempelajari cara pengukuran yang benar. Mistar baja Mistar baja adalah alat ukur dasar pada bengkel kerja mesin. Alat ukur ini dapat dikatakan alat ukur yang kurang presisi, karena ia hanya melakukan pengukuran paling kecil sebesar 0,5 mm tidak dapat dilayani oleh mistar baja. Dengan demikian alat ukur ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pengukuran sampai seperseratus milimeter 0,01 mm. Jenis mistar baja yang dipakai pada bengkel kerja mesin mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya panjang mistar baja adalah 150 mm sampai 300 mm, dengan skala ukur terdiri dari satuan setengah milimeter dan satuan satu milimeter. Dalam bengkel kerja mesin mistar baja ada dua sistem, yaitu sistem metrik dan sistem imperial. Pada sistem imperial untuk satuannya dinyatakan dengan inchi, sedangkan pada sistem metrik satuan dinyatakan dengan milimeter. Di unduh dari Mistar baja sistem imperial mempunyai ketelitian dari 18 inchi, 116 inchi, 132 inchi dan 164 inchi. Dalam bengkel kerja bangku dan kerja mesin biasanya hanya terdapat sampai ketelitian 132 inchi. Mistar gulung Mistar gulung adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur benda kerja yang panjangnya melebihi ukuran dari mistar baja, atau dapat dikatakan untuk mengukur benda- benda yang besar. Mistar gulung ini tingkat ketelitiannya adalah setengah milimeter, sehingga ia tidak digunakan untuk mengukur benda kerja secara presisi. Panjang dari mistar gulung ini bervariasi dari 2 meter sampai 30 dan 50 meter, tetapi dalam bengkel kerja mesin ukuran yang terpanjang adalah 3 meter. Di unduh dari Protractor Alat ukur ini digunakan untuk mengukur besaran-besaran sudut pada benda kerja dan untuk membantu pekerjaan melukis dan menandai. Protractor dibuat dengan beberapa bentuk, sesuai dengan jenis kegunaannya dan tingkat ketelitiannya. Batas ukur dari protractor adalah dari 0 derajat sampai 180 derajat. Untuk pengukuran besaran sudut dengan teliti, artinya pengukuran besaran sudut kurang dari satu derajat 1 derajat digunakan vernier bevel protractor. Alat ini mempunyai ketelitian sebesar 5 menit. Jadi dengan menggunakan vernier bevel protractor kita dapat melakukan pengukuran mulai dari ukuran sudut 5 menit sampai 180 derajat. Di unduh dari Cara membaca ukuran pada vernier bevel protractor adalah sebagai berikut x Baca ukuran pada skala utama x Baca ukuran yang ditunjukkan pada skala vernier x Jumlahkan ukuran dari skala utama dan skala vernier. Hasil dari penjumlahan tersebut merupakan besar dari ukuran yang diminta. Vernier Caliper Misalnya dari suhu skala Celcius ke skala Kelvin, Fahrenheit, dan Reamur, atau sebaliknya. Berikut ini adalah rumus dari masing-masing konversi suhu tersebut: 1. Rumus Suhu Skala Celcius ke Kelvin, Fahrenheit, dan Reamur. Skala Celcius ke Kelvin: t 0 C = (t + 273) K, Kelvin ke Celcius: t K = t - 273 0 C.
PertanyaanMassa jenis baja sebesar kgm -3 dan volume baja sebesar 200 cm 3 . Hitung massa baja tersebut dalam kg dan gram!Massa jenis baja sebesar kgm-3 dan volume baja sebesar 200 cm3. Hitung massa baja tersebut dalam kg dan gram! Jawabanmassa bajadalam kilogram adalah 1,56 kg dandalam gram adalah 1,56 x 10 3 baja dalam kilogram adalah 1,56 kg dan dalam gram adalah 1,56 x 103 gram. PembahasanDiketahui Ditanya m ? Penyelesaian Massa jenis atau densitas atau rapatan adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Persamaan dari massa jenis adalah Sehingga untuk mengetahui massa bajadalam kilogram dapat dilakukan dengan cara Untuk mengetahui massa bajadalam gram dapat dilakukan dengan cara Sehingga massa bajadalam kilogram adalah 1,56 kg dandalam gram adalah 1,56 x 10 3 Ditanya m ? Penyelesaian Massa jenis atau densitas atau rapatan adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Persamaan dari massa jenis adalah Sehingga untuk mengetahui massa baja dalam kilogram dapat dilakukan dengan cara Untuk mengetahui massa baja dalam gram dapat dilakukan dengan cara Sehingga massa baja dalam kilogram adalah 1,56 kg dan dalam gram adalah 1,56 x 103 gram. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!2rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Dalampengukuran tunggal, pengganti x 0 adalah nilai hasil pengukuran itu sendiri, sedangkan ketidakpastian mutlaknya, x = skala terkecil instrumen. Selain memiliki skala terkecil 0,1 mm, jangka sorong memiliki bentuk yang unik yang terdiri dari rahang untuk mengukur diameter luar suatu benda (rahang tetap dan rahang geser bawah), rahang untuk mengukur diameter dalam suatu benda (rahang tetapDalam kehidupan sehari-hari kata panjang dipergunakan untuk beragam keperluan, contoh panjang umur berkaitan dengan waktu hidup yang lama, panjang novel dalam dunia sastra menyatakan jumlah halaman atau jumlah kata. Dalam sains, panjang menyatakan jarak antara dua titik, misalnya panjang sisi segitiga adalah jarak antara dua titik sudut segitiga. Untuk mengetahui panjang sesuatu, apakah kita harus mengukurnya? Dapatkah panjang sesuatu diketahui hanya dengan melihatnya? Untuk mendapatkan hasil yang akurat mengenai panjang suatu benda, maka diperlukan yang namanya pengukuran. Panjang merupakan jarak di antara dua titik. Termasuk besaran pokok yang satuan SI-nya adalah meter m. Mengukur panjang secara tidak baku dilakukan dengan alat ukur yang berupa jari, jengkal, depa, lengan, langkah, dan hasta. Pengukuran seperti itu, hasilnya akan berbeda karena jengkal, lengan, langkah dan hasta setiap orang berbeda. Mengukur panjang dengan satuan baku harus menggunakan alat ukur seperti mistar, meteran, jangka sorong dan mikrometer sekrup. Nah pada kesempatan kali ini, kita akan belajar mengenai cara menggunakan dan membaca skala mistar atau penggaris secara tepat dan akurat. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik penjelasan berikut ini. Cara Menggunakan Penggaris Pada penggaris atau mistar, terdapat garis-garis yang menunjukkan skala pengukuran. Pada umumnya, terdapat dua skala pengukuran pada mistar, yaitu sentimeter cm dan inci. Pada skala sentimeter, jarak terdekat antara dua garis panjang yang berhimpit adalah sepuluh kali skala terkecil milimeter. Skala pengukuran terkecil pada mistar adalah 1 milimeter, sesuai dengan jarak garis terkecil yang terdapat pada skala penggaris. Mistar mempunyai tingkat ketelitian sebesar setengah dari skala terkecil yang dimiliki oleh mistar tersebut, yaitu 0,5 mm atau 0,05 cm. Cara melakukan pengukuran panjang sebuah pensil dengan sudut pandang yang benar yang benar seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Langkah-langkah mengukur panjang benda dengan menggunakan penggaris atau mistar adalah sebagai berikut. Tempatkan skala nol pada mistar sejajar dengan salah satu ujung benda. Perhatikan ujung benda lainnya, kemudian bacalah skala pada mistar yang sejajar dengan ujung benda tersebut. Untuk membaca skala pada mistar, matamu harus melihat tegak lurus dengan tanda garis skala yang akan kamu baca seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut ini. Hal ini untuk menghindari kesalahan pembacaan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks. Cara Membaca Skala Penggaris Beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam membaca skala mistar adalah mengenai angka pasti dan angka taksiran. Angka pasti adalah angka yang terbaca oleh skala alat ukur. Sedangkan angka taksiran adalah angka yang tidak terbaca oleh skala alat ukur. Angka taksiran ini diperlukan ketika ujung salah satu benda tidak tepat berhimpit dengan skala, sehingga kita memerlukan angka taksiran. Angka taksiran diperoleh dari setengah kali skala terkecil mistar. Angka taksiran ini disebut juga sebagai nilai ketelitian dari suatu alat ukur. Skala mistar setiap 1 sentimeter memiliki 10 garis dengan lebar 1 mm atau 0,1 cm, berarti skala terkecil mistar tersebut adalah 0,1 cm = 1 mm. Dengan demikian kita peroleh angka taksiran sebesar ½ × 1 mm = 0,5 mm = 0,05 cm. Berikut ini adalah contoh cara membaca skala hasil pengukuran panjang dengan penggaris atau mistar. Dari gambar di atas, terlihat bahwa ujung benda pensil tidak tepat berhimpit dengan skala yang terdapat pada penggaris melainkan terletak di antara 6,4 cm dan 6,5 cm, sehingga kita memerlukan angka taksiran. Hasil dari pembacaan skala tersebut adalah sebagai berikut. Angka pasti = 6,4 cm Angka taksiran = ½ × 0,1 cm = 0,05 cm Hasil pengukuran = Angka pasti + angka taksiran Jadi, panjang pensil tersebut adalah 6,4 cm + 0,05 cm = 6,45 cmDibawahini ada beberapa alat buat mengukur suatu besaran pokok dan turunan, diantaranya sebagai berikut ini: 1. Mistar Ukur. Mistar sebagai alat ukur panjang punya 2 skala ukuran, yaitu skala utama dan skala terkecil. Satuan buat skala utama yaitu centimeter (cm) dan satuan buat skala terkecil yaitu milimeter (mm).
MISTAR BAJA Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat. Permukaan dan bagian sisinya rata dan halus, di atasnya terdapat guratan-guratan ukuran, ada yang dalam satuan inchi, sentimeter dan ada pula yang gabungan inchi dan sentimeter/milimeter. Fungsi lain dari penggunaan mistar baja antara lain - mengukur lebar - mengukur tebal serta, - memeriksa kerataan suatu permukaan benda kerja. Di samping itu mistar baja steelrule dapat dipergunakan untuk mengukur dan menentukan batas-batas ukuran juga biasa dipergunakan sebagal pertolongan menarik garis pada waktu menggambar pada permukaan benda pekerjaan. Setiap menarik. garis hanya dilakukan satu kali Mistar baja juga dapat digunakan untuk mengukur diameter luar secara kasar. Dalam pelaksanaannya harus dibantu dengan menggunakan alat ukur lain seperti jangka bengkok dan bagian diameter dalam diperlukan bantuan jangka kaki. Gambar Mistar Baja Berikut adalah Video Mistar Baja
Darigambar di atas, terlihat bahwa ujung benda (pensil) tidak tepat berhimpit dengan skala yang terdapat pada penggaris melainkan terletak di antara 6,4 cm dan 6,5 cm, sehingga kita memerlukan angka taksiran. Hasil dari pembacaan skala tersebut adalah sebagai berikut. Angka pasti = 6,4 cm. Angka taksiran = ½ × 0,1 cm = 0,05 cm.207 E. Alat Ukur Presisi Rendah 1. Mistar Baja Jenis alat ukur panjang ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk mengukur jarak yang relatif pendek dan alat ukur ini merupakan alat ukur linier langsung yang paling sederhana karena hasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada bagian penunjuk ukuran skala alat ukur tersebut, secara umum panjang mistar baja yang banyak dipakai berukuran 150 mm hingga 300 mm. Skala yang dicantumkan adalah dalam satuan metrik dan inci, dengan skala metrik terkecil dari mistar adalah 1 mm cm dengan ketelitiannya mm cm. Pada skala inci tercantum dalam pecahan dan persepuluhan misalnya 164, 132, 116, dan 18 inci. Pada persepuluhan dapat dibaca ukuran yang lebih kecil dari164 inci, karena mistar jenis ini memiliki ketelitian inci, Adapun penggunaan dari mistar baja adalah mengukur jarak, memeriksa kerataan permukaan benda kerja, dan melukis garis lurus sebagai penggaris. Mistar baja terbuat dari baja tahan karat atau baja perkakas Cara menggunakan mistar baja Rapatkan benda ukur pada landasan tumpuan balok landas. Letakan mistar baja di atas benda ukur, letakan titik nol atau ujung mistar bertumpu pada balok landas. 208 Baca dimensiukuran panjang benda ukur. Mistar baja fungsinya selain untuk mengukur dapat pula digunakan untuk memeriksa permukaan materialbenda kerja seperti pada contoh gambar berikut ini. Gambar Cara menggunakan mistar baja 2. Rol Meter a Memeriksa kerataan suatu bidang b Memeriksa kerataan permukaan benda bulat 209 Roll meter tersedia dalam ukuran 3 meter sampai 50 meter. Pengukuran dengan roll meter memiliki ketelitian rendah, yaitu 1 mm. 3. Jangka Jangka merupakan alat ukur tidak langsung yang dapat digunakan dengan ketelitian rendah. Gambar menggambarkan langkah pengukuran dengan jangka. Gambar Roll meter Gambar Macam macam Jangka Gambar Menggunakan Jangka untuk mengukur a. Posisikan kaki jangka pada bagian yang akan di ukur b. Tahan jarak ukur dengan pengunci c. Bandingkan ke mistar baja dan baca ukuran pada mistar baja 210 BERLATIH MELAKUKAN PENGUKURAN Informasi Setelah mempelajari materi Alat Ukur Mekanik Instrumentasi Industri Kamu harus dapat melakukan pengukuran dengan alat ukur yang telah dipelajari. Pada kegiatan latihan ini, perhatikan hal-hal berikut 1. Selalu menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja melalui penggunaan alat pelindung diri, menjaga sikap kerja, memperhatikan posisi membaca dan melaksanakan pekerjaan atas ijinpengawasan guru. 2. Materi latihan keterampilan disusun secara berurutan, dan setiap siswa harus secara bertahap menyelesaikan pekerjaan, dan berpindahmemulai pekerjaan berikutnya atas ijinpengawasan guru. Materi latihan terdiri dari Latihan 1 Mengukur dengan alat ukur presisi rendah Latihan 2 Mengukur dengan alat ukur presisi tinggi 3. Pada setiap akhir kegiatan latihan diakhiri dengan kegiatan evaluasi. Hanya jika Kamu siswa telah dinyatakan kompeten, dapat melanjutkan ke latihan berikutnya. 211 Rubrik Penilaian 1. Indeks nilai kuantitatif dengan skala 1 – 4 2. KKM Pengetahuan Baik Keterampilan Baik Sikap 3. Skor Siswa = 4. Konversi klasifikasi nilai kualitatif Konversi nilai akhir Predikat Klasifikasi Skala 1- 4 Skala 0 –100 4 86 -100 A Sangat Terampil Sangat Baik 81- 85 A- 76 – 80 B+ Terampil Baik 71-75 B 66-70 B- 61-65 C+ Cukup Terampil Cukup Baik 2 56-60 C 51-55 C- 46-50 D+ Kurang Terampil Kurang Baik 1 0-45 D 212 A. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
9WgD.