LiputanBerita- Netizen di dunia maya dihebohkan dengan kehadiran video mesum seorang wanita dewasa bertato bersama dua bocah jalanan yang diperkirakan masih berusia di bawah sepuluh tahun dan seorang lagi berusia belasan tahun. Di layar awal video tertulis "Day 3", kemudian seorang wanita berkacamata dengan rambut sebahu mengenakan baju
This study deals with the values of character education and local wisdom in Sumbawa Regency’s folklores.. This study aims to describing the types, content, the values of character education, the local wisdoms, and relevance with literature taught in elementary school. There are three sub-districts in Sumabawa Regency, they are Plampang, Lenanggular, and Utan. The subjects of this study were folklores entitled Paruma Ero, Batu Tongkok, Bola Sabale, and Meke Serep. The sampling technique was purposive sampling. The technique of the data analysis employs flow model analysis starting from collection, reduction, service, and conclusion. The raw data from the fields were selected, grouped, and arranged into an easy-to-analyze form to conclude. The research result from folklores ere; a myth, a legend, and a tale. The four folklores contain many character education values to impart curiosity, caring about environment, peace, high-determination, spirit of nationality, responsibility, honesty, creativity, religion, discipline, and independence. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, Vol. 21, 2022 69 NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL DALAM CERITA RAKYAT SUMBAWA Rosa Desmawanti Universitas Islam Negeri Mataram rosadesmawanti Article History Submitted 29 Jul 2022; Revised 12 Aug 2022; Accepted 13 Aug 2022 DOI Abstract This study deals with the values of character education and local wisdom in Sumbawa Regency’s folklores.. This study aims to describing the types, content, the values of character education, the local wisdoms, and relevance with literature taught in elementary school. There are three sub-districts in Sumabawa Regency, they are Plampang, Lenanggular, and Utan. The subjects of this study were folklores entitled Paruma Ero, Batu Tongkok, Bola Sabale, and Meke Serep. The sampling technique was purposive sampling. The technique of the data analysis employs flow model analysis starting from collection, reduction, service, and conclusion. The raw data from the fields were selected, grouped, and arranged into an easy-to-analyze form to conclude. The research result from folklores ere; a myth, a legend, and a tale. The four folklores contain many character education values to impart curiosity, caring about environment, peace, high-determination, spirit of nationality, responsibility, honesty, creativity, religion, discipline, and independence. Keywords the values ofcharacter education, local wisdom, folkloresVol. 21, No. 1, 2022 P-ISSN 2087-3638, E-ISSN 2655-7746 Rosa Desmawanti ….. Nilai Pendidikan Karakter 70 Abstrak Kajian ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dan kearifan lokal dalam cerita rakyat Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, isi, nilai-nilai pendidikan karakter, kearifan lokal, dan relevansinya dengan sastra yang diajarkan di sekolah dasar. Ada tiga kecamatan di Kabupaten Sumabawa, yaitu Plampang, Lenanggular, dan Utan. Subjek penelitian ini adalah cerita rakyat yang berjudul Paruma Ero, Batu Tongkok, Bola Sabale, dan Meke Serep. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis model alur mulai dari pengumpulan, reduksi, pelayanan, dan penarikan kesimpulan. Data mentah dari lapangan dipilih, dikelompokkan, dan disusun ke dalam bentuk yang mudah dianalisis untuk disimpulkan. Hasil penelitian dari cerita rakyat sebelumnya; mitos, legenda, dan dongeng. Keempat cerita rakyat tersebut banyak mengandung nilai-nilai pendidikan karakter untuk menanamkan rasa ingin tahu, peduli lingkungan, kedamaian, tekad yang tinggi, semangat kebangsaan, tanggung jawab, kejujuran, kreativitas, agama, disiplin, dan kemandirian. Kata-kata kunci nilai-nilai pendidikan karakter, kearifan lokal, cerita rakyat El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, Vol. 21, 2022 71 A. Pendahuluan Cerita rakyat merupakan fragmen yang menceritakan kisah perjalanan dan kehidupan seseorang yang dianggap mengesankan atau paling tidak mempunyai peran vital oleh si empunya cerita rakyat. Cerita rakyat diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi dalam masyarakat tertentu. Tradisi lisan oral tradision ini sering disamakan dengan folklor, karena di dalamnya tercakup pula tradisi lisan Endraswara, 2013 1. Selanjutnya berdasarkan pnelitian yang dilakukan oleh Gunnell 2010. Cerita rakyat tidak hanya membedakan fungsi dari masing-masing cerita rakyat, namun juga mengungkapkan hubungan nilai pendidikan yang ada di dalamnya memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sumbawa yaitu sama-sama membahas tentang nilai pendidikan karakter yang relevan dengan pembelajaran di sekolah. Mengacu pada masalah yang dikemukakan di atas bahwa cerita rakyat merupakan bagian dari cipta karsa yang pada umumnya mengandung nilai-nilai luhur dan perlu ditransformasikan pada generasi muda, terutama anak-anak sekolah. Suku Sumbawa merupakan suku mayoritas di Sumbawa dan memiliki corak kebudayaan yang unik. Dialektika budaya pada masyarakatnya tumbuh dan berkembang sejak lama, hal ini terbukti dari hadirnya aksara satera jontal yang digunakan sebagai alat komunikasi tulisan. Satera jontal merupakan simbol-simbol huruf yang ditulis pada daun lontar jontal sebagai bentuk hadirnya ragam bahasa kemudian menjadi penguat hadirnya ragam budaya sastra. Selanjutnya setelah hadirnya ragam budaya sastra tersebut, masyarakat kemudian mengenal beragam cerita rakyat yang menjadi perwujudan simbol-simbol yang dituliskan pada media tertentu. Cerita rakyat di Kabupaten Sumbawa tumbuh dan berkembang secara turun-temurun dari generasi ke generasi, cerita rakyat tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan karakter dan nilai-niai kearifan lokal bagi masyarakat setempat. Nilai pendidikan karakter ditanamkan dalam berbagai pendekatan berupa kegiatan yang dilakukan secara intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler terintegrasi di dalam mata pelajaran, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan diluar jam pelajaran. Menurut Hidayatullah, 201043 strategi pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui keteladanan, penanaman kedisiplinan, pembiasaan, menciptakan suasana yang kondusif, integrasi dan internalisasi. Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat sangat penting dalam pembentukan karakter anak baik sekolah maupun di luar sekolah seperti yang diungkapkan Wiliam dalam Ratna, 2014 596 cerita rakyat mempunyai kebudayaan yang diwarisi dari nenek moyang secara turun temurun dalam beberapa generasi yang memngandung nilai-nilai luhur yang terdapat di dalamnya dapat ditransimisikan kepada peserta didik. Rosa Desmawanti ….. Nilai Pendidikan Karakter 72 Kemdiknas 2010 8 sudah mengembangkan dan melaksanakan nilai-nilai pembentukan karakter melalui program operasional satuan pendidikan masing-masing. Dalam rangka lebih memperkuat pelaksanaan pendidikan karakter telah teridentifikasi 18 nilai yang bersumber dari agama, Pancasila, budaya,dan tujuan pendidikan nasional, yaitu 1 Religius, 2 Jujur, 3 Toleransi, 4 Disiplin, 5 Kerja Keras, 6 Kreatif, 7 Mandiri, 8 Demokratis, 9 Rasa Ingin Tahu, 10 Semangat Kebangsaan, 11 CintaTanah Air, 12 Menghargai Prestasi, 13 Bersahabat atau komunikatif, 14 Cinta Damai, 15 Gemar membaca, 16 Peduli Lingkungan, 17 Peduli Sosial, 18 Tanggung jawab. Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi yang berwujud aktivitas hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang di lakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dalam bahasa asing sering juga dikonsepsikan sebagai tempat “lokal wisdom” atau pengetahuan setempat “local knowledge” atau kecerdasan setempat. Sejalan dengan pendapat Rosyadi 1995 126 bahwa cerita rakyat sebagai bagian dari karya sastra daerah banyak mengandung nilai-nilai kehidupan, termasuk di dalamnya memiliki nilai kearifan lokal. Kearifan lokal sebagai sebuah kebijakan yang bersumber dari tata nilai dan budaya di suatu tempat jika dipelajari dan diungkapkan pada dasarnya mengandung nilai kehidupan dan ajaran yang tinggi. Nilai-nilai kearifan lokal dalam suatu cerita rakyat secara umum terbagi menjadi empat aspek yaitu nilai kepemimpinan, nilai pengabdian, nilai tradisi dan kebudayaan, dan nilai sosial. Selanjutnya sesuai dengan silabus yang diajarkan di sekolah dasar bahwa cerita rakyat dapat direlevansikan dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Misalnya dalam nilai pendidikan karakter dan nilai kearifan lokal. Berdasarkan paparan di atas tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pendidikan karakter dan nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Kabupaten Sumbawa serta relevansinya di sekolah dasar. B. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus tunggal. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui informasi lisan dari para narasumber yang selanjutnya ditranskripsikan ke dalam cerita secara tertulis melalui data primer dan skunder. Sumber data yang digunakan yaitu, informan, tempat benda-benda fisik dan dokumen. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan 1 teknik rekaman, wawancara, dan pencatatan dan 2 analisis dokumen bedasarkan data-data yang diperoleh dari beberapa narasumber. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, dan alat rekaman. Teknik El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, Vol. 21, 2022 73 cuplikan sampling yaitu mengambil sampel secara purposive purposive sampling. Keabsahan data yaitu triangulasi data sumber, triangulasi teori, triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis struktural dan analisis model interaktif interactive model of analysis yang dikembangkan Miles dan Humberman 1992. C. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dalam folklor/cerita rakyat Kabupaten Sumbawa, ditemukan bentuk foklor berupa cerita rakyat, tarian rakyat, dan puisi rakyat a Cerita Rakyat yang berbentuk mite yaitu, cerita rakyat “Paruma Ero”, kemudian cerita rakyat yang berbentuk legenda yaitu “Batu Tongkok”, dan cerita rakyat yang berupa dongeng yaitu cerita rakyat “Bola sabale”, dan “Meke Serep”. b Tarian Rakyat, tarian yang dikisahkan dari cerita rakyat Batu Tongkok c Puisi Rakyat puisi dalam cerita rakyat “Paruma Ero”. Berdasarkan hasil penelitian bahwa cerita rakyat Kabupaten Sumbawa, memiliki cerita yang sangat unik serta mengandung ajaran dan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat khususnya lingkungan sekolah, dalam cerita rakyat “Paruma Ero” mengisahkan tentang perkawinan antara manusia yang bernama Lalu Ismail dengan seorang bidadari yang turun dari kayangan, kemudian hidup bahagia dan mempunayai anak yang bernama Lalu Mancauni dan mempunyai anak yang bernama Lalu Mancauni, sampai sekarang nama Lalu Mancauni sangat dikenal oleh masyarakat Brangkolong Kecamatan Plampang, kemudian cerita rakyat “Batu Tongkok” dalam cerita ini mengisahkan tentang seorang Raja yang memiliki sepasang putra kembar dengan kebiasaan unik yaitu makan dengan Lauk Gula merah. Selanjutnya cerita rakyat “Bola Sabale”, cerita ini memiliki kesan yang sangat menarik dan menghibur, alur cerita mengisahkan satu keluarga antara Bapak dan Anak yang memiliki sifat yang sama yaitu suka berbohong kepada seluruh masyarakat di kampungnya, namun mereka berdua memiliki hati yang baik dan suka menolong. Cerita rakyat “Lala Meke Serep” cerita ini mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan yang bernama Lala Baka, yang telah diasingkan oleh Ayahnya karena telah mempermalukan keluarga dan istana kerajaan. Secara umum, folklor yang dianalisis mengandung sebelas nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Kabupaten Sumbawa yaitu berdasarkan hasil penelitian cerita rakyat “Paruma Ero mengandung tiga nilai pendidikan karakter yaitu nilai rasa ingin tau, peduli lingkungan dan cinta damai. Cerita rakyat “Batu Tongkok” mengadung tiga nilai pendidikan karakter yaitu nilai kerja keras, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab. Selanjutnya dalam cerita rakyat “Bola Sabale” mengandung tiga nilai pendidikan karakter yaitu nilai kejujuran, kerja keras, dan kreatif. Rosa Desmawanti ….. Nilai Pendidikan Karakter 74 Kemudian dalam cerita rakyat “Meke Serep” mengandung empat nilai pendidikan karakter yaitu nilai disiplin, mandiri, cinta damai, tanggung jawab. Cerita rakyat Paruma Ero mengandung tiga nilai pendidikan karakter yaitu nilai rasa ingin tahu, peduli lingkungan dan cinta damai. Nilai pertama, nilai rasa ingin tau yang terkandung dalam cerita rakyat “Paruuma Ero” adalah perasan Lalu Mncauni ketika tiga hari berturut rasa penasaran dalam terhadap tanaman yang ditemukan dalam keadaan rusak. Nilai kedua, nilai peduli lingkungan merupakan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan alam sekitar kemudian mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Nilai lingkungan ini tercermin dalam kutipan. “Lalu Ismail mempunyai kebun yang ditanami bunga-bunga dan tempat permandian atau kolam yang selalu di rawat dengan baik”. Sikap Lalu Ismail yang seperti ini mencerminkan kecinta lingkungan karena sehari-harinya semua tanaman itu selalu di rawat dan di jaga dengan baik. Nilai ketiga, cinta damai mencerminkan sikap seseorang yang menunjukkan rasa senang, tenang, dan bahagia sesamanya. Tergambar pada sosok Lalu Ismail yang menikah telah menikah dengan sang bidadari kemudian dikaruniai seorang putra yang bernama Lalu Mancauni. Sementara itu, cerita rakyat yang berjudul “Batu Tongkok” mengadung tiga nilai pendidikan karakter yaitu nilai kerja keras, semangat kebangsaan, dan tanggung jawab. Pertama, nilai kerja keras merupakan sikap berusaha dengan sepenih hati dan sekuat tenaga untuk berupaya mendapatkan keinginan pencapaian hasil yang maksimal pada umumnya Kusuma, 2012 12. Tergambar kepada sosok sang Raja yang mempunyai pendirian yang kuat, kerja keras dan tekat yang baik terhadap istri dan kedua putranya, setelah mengetahui bahwa persedian gula merah tersebut hanya bertahan beberapa bulan kedepan. Demi kelangsungan kedua putranya sang Raja beserta prajuritnya kembali berlayar untuk mencari gula merah di kerajaan lain. Kedua, nilai semangat kebangsaan Semangat kebangsaan mencerminkan cara berpikir, bertindak, berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan sendiri dan kelompoknya. Semangat kebangsaan merupakan perasaan cinta dan taat setia mendalam terhadap bangsa dan tanah air. Ketiga, nilai Tanggung Jawab Nilai tanggung jawab merupakan prilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan dan keluarga alam, sosial, dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tanggung jawab yang ada pada sosok pemimpin sang Raja dapat di contoh misalnya terlihat pada sikap sang Raja yang sangat bijaksana dan penuh tanggung jawab baik dalam keluarga di istana maupun kepada rakyat yang berada di daerah kekuasaannya. El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, Vol. 21, 2022 75 Berdasarkan hasil penelitian dalam cerita dongeng “Bola Sabale” tergambar dalam kisah kedua tokoh yang sangat unik dan lucu, satu keluarga yang memiliki sifat yang sama yaitu suka berbohong, namun kedua tokoh tersebut memiliki hati yang baik dan suka menolong kepada sesama bahkan mereka berdua berniat untuk merubah sifat buruknya kemudian berusaha berkata jujur akan kepada seluruh warga masyarakat. Dari cerita rakyat “Bola Sabale” tersebut mengandung tiga nilai pendidikan karakter yaitu nilai kejujuran, nilai kerja keras, dan nilai kreatif. Pertama, nilai kejujuran merupakan keputusan seseorang untuk mengungkapkan dalam bentuk perasaan kata-kata atau perbuatan bahwa realitas yang ada tidak dimanupulasi dengan cara berbohong atau menipu orang lain untuk keuntungan dirinya. Nilai kejujuran itu tergambar pada saat Pak Bolang berkata jujur bahwa di kebun tetangganya ada kerbau yang telah merusak tanamannya, namun tetangganya itu tidak percaya dengan semua omongan Pak Bolang karena selama hidupnya Pak Bolang beserta anaknnya sudah dikenal suka berbohong di kampungnya. Kedua, nilai kerja keras yang terdapat dalam cerita rakyat dongeng “Bola Sabale” tergambar dalam sosok Pak bolang dan anaknya, selain dikenal sebagai tukang berbohong oleh masyarakat setempat kedua tokoh ini memiliki semangat hidup, kerja keras dan suka menolong sesama. Ketiga nilai kreatif yang terkandung dalam cerita rakyat dongeng “Bola Sabale”. Pak Bolang selain dikenal sebagai kreatif berbohong oleh masyarakat setempat, Pak bolang juga di kenal sebagai orang yang sangat kreatif dalam menciptakan ide-ide baru yang bisa membuat semua orang tertawa atas kelakuannnya. Cerita rakyat “Meke Serep” mengandung lima nilai pendidikan karakter yaitu nilai riligius, mandiri, cinta damai, dan nilai tanggung jawab. Pertama, nilai riligius merupakan sikap yang patuh dan taat kepada Tuhan sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan untuk memperoleh kebaikan. Senada dengan pendapat Lickona 2013 57 bahwa nilai riligius adalah Tuhan di pandang sebagai zat yang mempengaruhi berkah dan pertolongan kepada manusia dalam menuntun umatnya untuk memperoleh keselamatan. Nilai riligius tercermin dalam tokoh Lala Baka yang sangat percaya dan yakin terhadap Arwah leluhur atau menurut kepercayaan dalam agama Hindu Arwah leluhur itu sangat pantang untuk dilanggar semua perintahnya. Pada zaman dahulu dalam masyarakat Sumbawa menganut kepercayaan animesme dan dinamisme yaitu kepercayaan terhadap roh-roh, dan pohon-pohon besar yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu apa pun perintah yang diberikan Lala Baka selalu mengikutinya termasuk untuk tidak diperbolehkan kembali ke kerajaan Sumbawa kemudian harus menetap di padang rumput Lanang Lengan di desa Suka Mulya tepatnya di Kecamatan Lenangguar di Kabupaten Sumbawa. Rosa Desmawanti ….. Nilai Pendidikan Karakter 76 Kedua berdasarkan hasil penelitian dalam cerita “Meke Serep”, ini mengandung nilai disiplin yang sangat dijunjung tinggi oleh sang Raja pada zaman pemerintahan kerajaan Sumbawa. Sikap seorang Ayah yang begitu disiplin dalam mendidik anaknya untuk menjaga kehormatan keluarga dan nama baik kerajaan yang dipimpin. Sikap seorang Raja seperti ini sangat di senangi oleh rakyatnya, karena memiliki sikap yang sangat bijaksana dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. Ketiga nilai mandiri mencerminkan sikap yang tidak mudah tergantung pada orang lain. Berdasarkan hasil penelitian nilai mandiri dalam cerita rakyat ini tercermin dalam tokoh yang bernama Lala Baka, hidup seorang sebatangkara dalam keadaan hamil besar di hutan lebat tepatnya di Gua Liang Bedis, yang jauh dari perkampungan, karena telah diasingkan dari istana kerajaan oleh Ayahnya sendiri, atas perbuatan yang telah melanggar aturan yang sudah disepakati atau telah membuat malu keluarga dan kerajaaan di istana. Maka dengan sangat berat hati Lala Baka pun menerima semua hukuman itu demi menjaga nama baik istana kerajaan. Keempat, berdasarkan hasil penelitian, nilai cinta damai tercermin dalam sosok Lala Baka merasa senang dan bahagia atas kehadiran Pen Batang bersama istrinya, untuk tinggal bersama di gua Liang Bedis atas kehadiran mereka, Lala Baka menyambut dengan hati yang sangat bahagia mereka karena kehadiran mereka berdua dapat memberikan kedamaian dalam hati Lala Baka beserta anaknya. Kelima, nilai tanggung jawab tergamabar dalam diri Lala Baka yang memiliki sifat tanggung jawab dan berjiwa keras terhadap kesalahan yang telah dilakukannya. Sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab Lala Baka siap menerima segala hukuman yang telah diberikan oleh Ayahnya demi menyelamatkan nama baik keluarga dan istana kerajaan. Kemudian di sampaing Lala Baka bertanggung jawab menjadi ibu yang baik dalam mendidik anaknya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dari keempat cerita rakyat itu mengandung nilai-nilai kearifan lokal yaitu nilai kepemimpinan, tradisi dan kebudayaan, pengabdian, dan sosial. Pertama, cerita rakyat “Paruma Ero” terdapat nilai kepemimpinan yang tergambar pada sosok Lalu Ismail yang sangat bijaksana dan bertanggung jawab dalam memimpin keluarganya. Nilai tradisi dan kebudayaan bagi masyarakat setempat permainan yang di sebut dengan “Paruma Ero” sampai sekarang barang pusaka itu dirawat oleh keterunan Lalu mancauni secara turun temurun, akan tetapi barang pusaka tersebut tidak dapat diperlihatkan kepada masyarakat biasa yang bukan keturunan dari Lalu Mancauni. Kemudian yang ke dua kuburan Lalu Mancauni dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat bayar nazar. Nilai sosial berupa ungkapan rasa syukur dituangkan dalam bentuk sedekah sederhana dalam nilai hakikat hubungan manusia dengan alam El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, Vol. 21, 2022 77 sebagai penghormatan terhadap kuburan Lalu Mancauni masyarakat setempat mengadakan upacara tradisi bayar nazaar. Kedua, cerita rakyat “Batu Tongkok” mengandung nilai kepemimpinan seorang orang Raja yang sangat bijaksana dan rela berkorban buat kehidupan keluarganya. Oleh karena itu sang Raja sangat disenangi oleh seluruh rakyatnya. Berdasarkan hasil penelitian nilai pengabdian yang ditemukan dalam cerita rakyat Legenda Batu Tongkok yaitu masyarakat setempat mendirikan sanggar seni yang bernama “Batu Tongkok” cerita dalam tarian ini hanya mengisahkan tentang Permaisuri kerajaan yang sedang menunggu Sang Raja dengan isak tangis di atas perbukitan, kemudian setahun berlalu sang Permaisuri berubah menjadi batu, kemudian sampai sekarang masyarakat setempat mengenal batu itu dengan sebutan Batu Tongkok. Tarian ini bertujuan sebagai wujud pengabdian masyarakat terhadap sejarah peninggalan nenek moyang secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak H. Muhammad Hatta bahwa masyarakat setempat mengenal tiga batu yang berbentuk kepala dan badan manusia, yaitu Permaisuri, anak putra kembar yang pertama beserta istrinya. Sampai sekarang batu tersebut masih hidup dan berkembang di desa Muer Kecamatan Plampang dan menjadi keyakinan bagi masyarakat setempat sebagai wujud peninggalan sejarah zaman dahulu. Selanjutnya nilai sosial terjadinya hubungan manusia dengan alam yaitu kepercayaan terhadap sejarah lahirnya cerita rakyat “Batu Tongkok” yang sangat di percaya oleh masyarakat Sumbawa. Ketiga berdasarkan hasil penelitian, dongeng “Bola Sabale” mengandung nilai kearifan lokal yaitu nilai kepemimpinan mengandung pesan moral bagi pembaca dan sangat relevan dengan pembelajaran di sekolah, karena nilai moral sebagai suatu pedoman dalam melakukan sesuatu guna membedakan akhlak yang baik dan buruk dalam mendidik manusia agar mengenal nilai-nilai etika. Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai tradisi dan kebudayaan yaang terkandung dalam cerita rakyat dongeng “bola Sabale” yaitu saling tolong-menolong. Tradisi seperti ini dalam masyarakat Sumbawa sangat kental dan tetap dilestarikan sampai sekarang. Selanjutnya, nilai sosial yang terkandung dalam cerita rakyat dongeng “Bola Sabale” yaitu baik hati, tolong menolong terhadap sesama. dari beberapa sifat yang baik ada satu sifat yang kurang disukai oleh tetangganya yaitu suka berbohong. Keempat, nilai kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat “Meke Serep” yaitu nilai kepemimpinan bahwa Raja Naung sasih memiliki sifat yang keras dan disiplin terhadap keluarga dan kerajaan yang dipimpin, oleh karena itu Raja Naung sasih sangat dihormati oleh rakyatnya. Rosa Desmawanti ….. Nilai Pendidikan Karakter 78 Berdasarkan hasil penelitian ini terdiri atas nilai tradisi dan kebudayaan sampai sekarang masyarakat setempat Lenang Langan itu disebut dengan desa Suka Mulia di Kecamatan Lenangguar. Sekarang ini para seniman dan budayawan desa Lenangguar mendirikan sanggar seni Budaya Tana Samawa untuk mengabadikan dan melestarikan nama Suka Mulia sebagai sebagian masa lampau. Nilai sosial hubungan manusia dengan mahkluk lain yaitu sikap Lala Baka percaya atas bisikan Arwah Leluhurnya untuk menetap di Lenang Langan Desa Suka Mulia, dalam kepercayaan agama Hindu pantang untuk melanggar perintah leluhurnya. Berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi kelulusan bahwa cerita rakyat Kabupaten Sumbawa sangat relevan dengan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar, sebagai bahan materi alternatif dan pengayaan. Karena cerita rakyat Kabupaten Sumbawa memiliki gaya bahasa mudah dipahami dan mengandung nilai pendidikan karakter serta nilai kearifan lokal sangat relevan untuk perkembangan diri anak atau siswa didik. Mengingat hal tersebut, cerita rakyat dapat dimanfaatkan untuk minat dan motivasi membaca terhadap anak usia dini di sekolah dasar. D. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian bahwa Foklor/cerita rakyat dalam Kabupaten Sumbawa terdiri atas 1 bentuk dan isi foklor di Kabupaten Sumbawa yaitu cerita rakyat, tarian rakyat, dan puisi rakyat a Cerita Rakyat yaitu, cerita rakyat “Paruma Ero”, “Batu Tongkok “Bola sabale” dan “Meke Serep”. b Tarian Rakyat, tarian Batu Tongkok c Puisi Rakyat puisi dalam cerita rakyat “Paruma Ero”. Tarian rakyat yaitu tari yang diambil dalam satu tokoh dari cerita rakyat “Batu Tongkok”, mengisahkan tentang perasaan seorang permaisuri, menunggu menunggu sang Raja, yang tidak kunjung pulang sampai pada akhirnya sang permaisuri berubah menjadi menjadi batu, sampai saat ini masyarakat setempat mengenal batu tersebut sebagai bentuk peninggalan sejarah dari cerita rakyat “Batu Tongkok” yang berada di desa Muer Kecamatan Plampang. Sedangkan Lawas/puisi rakyat terdapat dalam cerita rakyat “Paruma Ero”, puisi ini mengungkapkan tentang isi hati Lalu Ismail kepada sang bidadari. Isi dari cerita rakyat “Paruma Ero” mengisahkan tentang pernikahan antara manusia yang bernama Lalu Ismail dengan sang bidadari yang turun dari Kayangan, mereka hidup bahagia dan mempunyai anak yang bernama Lalu Mancauni, sampai saat ini nama tersebut sangat di kenal oleh masyarakat setempat. Kemudian dalam cerita rakyat “Bola Sabale” mengisahkan tentang satu keluarga Bapak dan Anak yang memiliki kesamaan sifat yaitu suka berbohong, disamping itu mereka berdua mempunyai sifat yang baik terhadap sesama. Cerita rakyat “Lala Meke Serep” dalam cerita ini mengisahkan tentang perjuangan seorang wanita yang bernama Lala Baka. 2 Dari hasil penelitian cerita rakyat El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, Vol. 21, 2022 79 Kabupaten Sumbawa mengandung sebelas aspek nilai pendidikan karakter, yaitu nilai rasa ingin tau, peduli lingkungan, cinta damai, riligius, disiplin, mandiri, tanggung jawab, semangat kebangsaan, jujur, kreatif. 3 Nilai Kearifan Lokal yang terdapat dalam cerita rakyat Kabupaten Sumbawa yaitu nilai kepemimpinan, nilai tradisi/kebudayaan, dan nilai sosial. 4 Bedasarkan standar kompetensi dan standar kelulusan bahwa cerita rakyat Kabupaten Sumbawa sangat relevan dengan pembelajaran sastra di Sekolah dasar sebagai materi alternatif dan pengayaan pada aspek mendengarkan, karena mengandung beberapa nilai-nilai pendidikan karakter dan nilai kearifan lokal bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Sejalan dengan pendapat Rahmanto 1988 16 bahwa cerita rakyat bagi guru bahasa Indonesia dapat di pandang sebagai pisau bermata dua satu sisi dapat digunakan sebagai materi pembelajaran kebahasaan dan disisi lain dapat dimanfaatkan untuk materi pembelajaran apresiasi sastra. Sesuai dengan penelitian Mieder 2003 memabahas tentang folklor/cerita rakyat dengan gaya bahasa yang dipakai dan nilai pendidikan dalam cerita rakyat berupa dongeng dengan tokoh binatang kelinci, sedangkan dalam cerita rakyat Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat meneliti tentang nilai pendidikan karakter dan nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat yang berbentuk dongeng lucu bagi penikmat pembaca, selain itu juga banyak nilai moral yang relevan dengan pembelajaran sastra di sekolah. Senada dengan pendapat William Hansen 1997 bahwa penelitian dongeng dapat difokuskan pada kisah tertentu dimana jenis dongeng tersebut harus diseleksi, pada salah satu sisi kisah binatang. Cerita rakyat yang berbentuk dongeng merupakan dunia khayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang, kemudian diceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Ivey 2007. Cerita rakyat memberikan nilai dan kemampuannya untuk menguraikan karya seni dan pertunjukkan dalam rangka untuk memahami perilaku, dan penanaman nilai-nilai pendidikan dan tidak hanya di akademi atau organisasi budaya tetapi dalam berbagai kegiatan termasuk kerja profesional dalam menentukan kebijakan publik. E. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dalam penelitian folklore di Kabupaten Sumbawa dapat di tarik beberapa simpulan sebagai berikut Pertama, bentuk dan isi folklor Kabupaten Sumbawa yang dihimpun, diteliti dan di analisis 1 cerita rakyat meliputi; a Mite Paruma Ero, cerita ini mengisakan tentang pernikahan Lalu Ismail dengan sang bidadari. b Legenda Batu Tongkok, mengisakan tentang perjuanga seorang Raja yang memiliki putra kembar dan mempunyai kebiasaan unik yaitu makan dengan lauk gula merah. c Dongeng Bola Sabale, menceritakan tentang satu keluarga yang antara anak dan Bapak Rosa Desmawanti ….. Nilai Pendidikan Karakter 80 yang memiliki sifat yang sama, dan Dongeng Meke Serep, mengisahkan tentang perjuangan seorang perempuan yang bernama Lala Baka 2 Tarian rakyat, yaitu tarian Batu Tongkok. 3 Puisi Rakyat atau puisi tradisional yaitu kutipan puisi dalam cerita rakyat Paruma Ero. Kedua, nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam folklor kabupaten Sumbawa antara lain meliputi nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai disiplin, nilai cinta damai, nilai peduli lingkungan dan nilai mandiri. Ketiga, nilai kearifan lokal meliputi nilai kepemimpinan, nilai pengabdian, nilai tradisi dan budaya serta nilai sosial. Berdasarkan kajian secara mendalam terhadap folklor yang berkembang di Kabupaten Sumbawa, bahwa cerita rakyat menurut standar isi dan standar kelulusan pada aspek mendengarkan sangat relevan dengan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah dasar. El-Tsaqafah Jurnal Jurusan PBA, Vol. 21, 2022 81 Daftar Pustaka Endraswara, Suwardi. 2013a. Folklor Nusantara. Yogyakarta Ombak Gunnell, Terry. 2010. “Daiseies Rise to Become Oaks. The Politics of Early Folktale Collection in Northern Europe”. Journal of Folklore Research, vol. 121, no. I April 2010, pp, 12-37. Hidayatullah, M. Furqon. 2010. Pendidikan Karakter Membangun Peradaban bangsa. Surakarta Yuma Pustaka. Ivey, Bill. 2011. “Values and Value In Folklore AFS Presidential Plenang Adress, 2007”. Jurnal of American Folklore 124 4916-18. Kementrian Pendidikan Nasional. 2010. “Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa”. Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Jakarta Kementrian Pendidikan Nasional. Lickona, Thomas. 2013. Pendidikan Karakter. Bandung Media Nusa. Mieder, Wolfgang. 2003. “Now I Sit Lake a Rabbit in the Pepper Proverbial Languange in the Latters of Wolfgang Amadeus Mozart. of folklore research/toc/jfr Vol 40. 1, pp. 33-70”. Rahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta Kanisius. Rusyadi. 1995. Nilai-nilai Budaya dalam Naskah Kaba. Jakarta Dewi Sri. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication. Terry GunnellIt is well known that the first collections of folktales played a key role in the “creation” of national identity in many nations in the mid-nineteenth century. This wider political role is often most apparent in the introductions written to accompany these early volumes, which give readers guidance as to how the material contained in the volumes should be understood. This article compares several such introductions from Northern Europe, namely those written to accompany Norske Folkeeventyr Jørgen Moe, 1852, Popular Tales from the Norse Sir George Dasent, 1859 and Íslenzkar þjósögur og æfintýri Gubrandur Vigfússon and Jón Árnason, 1862–64, noting not only the differing functions that the authors of these introductions saw their work as having, but also the complex web of academic relationships and influences that lie behind the genesis of these MiederProverbial language plays a major stylistic and expressive role in the letters of Wolfgang Amadeus Mozart 175691. Invaluable for understanding his genius, these letters contain revelations about his complex personal, artistic, and social existence. The stylistic and biographical discussion of this traditional folk rhetoric is grouped under eight subheadings Incantations and curses as proverbial formulas, animal phrases as social commentary, somatic expressions as emotional indicators, humorous use of anal folk speech, scatological humor in the Bäsle-letters, proverbial love letters to his wife, Konstanze, proverbial phrases as emotive venting, and Mozart's fate as expressed in proverbial Karakter Membangun Peradaban bangsaM HidayatullahFurqonHidayatullah, M. Furqon. 2010. Pendidikan Karakter Membangun Peradaban bangsa. Surakarta Yuma and Value In FolkloreBill IveyIvey, Bill. 2011. "Values and Value In Folklore AFS Presidential Plenang Adress, 2007". Jurnal of American Folklore 124 491 Pendidikan Budaya dan Karakter BangsaNasional Kementrian PendidikanKementrian Pendidikan Nasional. 2010. "Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa". Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya Untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa. Jakarta Kementrian Pendidikan RahmantoRahmanto, B. 1988. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta Kanisius.
PUTRIBULAN. Suatu hari, salah satu teman Hou I menceritakan tentang "Pil Abadi" Hou I langsung mengirim utusannya untuk mendapatkan pil tersebut untuknya dari Ratu Barat. Sang Ratu tinggal sendirian di atas sebuah gunung yang tinggi. Dia sangat jelek, giginya panjang dan tajam seperti harimau, dia juga memiliki sembilan buah ekor.
Cerita dongeng anak pendek legenda Sari Bulan adalah dongeng rakyat yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Kisah ini dipercaya masyarakat dan diceritakan secara turun temurun. Selamat membaca. Cerita Dongeng Anak Pendek NTB Kisah Sari Bulan Tersebutlah pada suatu malam, Datu Panda’i, anak raja di Sumbawa timur bermimpi. Dalam mimpinya, ia menikahi seorang putri cantik bernama Sari Bulan. Atas dasar mimpi tersebut, Datu Panda’i berangkat dari istana hendak mencari Sari Bulan dengan diiringi para prajuritnya. Singkat cerita, Datu Panda’i bertemu Sari Bulan dan langsung mempersuntingnya. Pada suatu hari, Datu Panda’i bersama istrinya akan kembali ke Sumbawa. Sebelum pergi, mertuanya berpesan agar mereka tidak singgah di Pulau Dewa, sebab pulau itu merupakan sarang para jin, setan, dan iblis. Keesokan harinya, rombongan Datu Panda’i berlayar menuju Sumbawa. Ketika melalui Pulau Dewa, Sari Bulan yang sedang mengidam ingin memakan daging menjangan. Kasihan melihat istrinya, ia lupa akan pesan si mertua. Datu Panda’i dan awak kapal turun berburu menjangan, tetapi Sari Bulan ditinggalkan sendirian dalam perahu. Kunti, pelayan iblis, segera menyergap Sari Bulan dan mencungkil kedua matanya, kemudian dijatuhkan ke laut. Untunglah, rambutnya yang panjang tersangkut pada kemudi. Setelah itu, Kunti mengenakan pakaian dan perhiasan Sari Bulan. Datu Panda’i nampak terkejut melihat muka istrinya yang buruk dan perutnya mengempis. Cerita Dongeng Anak Pendek Sementara itu, Sari Bulan yang ikut terseret di buritan, terselamatkan oleh seekor kerang raksasa, sehingga terdampar di tepi pantai. Namun, kerang raksasa itu mati kelelahan. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, Sari Bulan melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Aipad. Selanjutnya, ia menjadikan kulit kerang raksasa tadi sebagai tempat berlindung. Untuk menyambung hidup, mereka melakukan matila meminta-minta kepada orang lain. Suatu ketika, Aipad meminta-minta kepada Tangko, seorang nelayan yang kembali dari melaut. Tangko memberi Aipad ikan paling besar hasil tangkapannya. Lalu Aipad pulang ke rumah dan memberikan ikan itu kepada ibunya. Ajaib, ketika membelah perut ikan, Aipad menemukan kedua biji mata ibunya. Lalu, dipasangkan kembali sehingga ibunya dapat melihat seperti semula. Selanjutnya, Aipad dan Sari Bulan mengabdi kepada keluarga Tangko. Tangko sangat menyayangi Aipad. Ia kemudian membelikannya seekor anak kuda pacuan yang bagus. Pada suatu hari tersebar kabar, bahwa Datu Panda’i akan menggelar lomba pacuan kuda. Aipad merasa tertarik dengan kabar tersebut. Ia meminta izin pada ibunya dan Tangko. Aipad pun berangkat hendak mengikuti lomba pacuan kuda. Dalam hatinya sangat berharap untuk memenangkan lomba. Dalam perlombaan itu, banyak yang ikut lomba dan kuda-kudanya tampak perkasa. Tetapi Aipad tidak gentar. Ia berkeras hati untuk memenangkan lomba. Tidak disangka, kuda Aipad akhirnya menjadi pemenangnya. Sangat girang hatinya. Ia kembali pulang dengan kabar gembira. Ibunya bersuka cita dan bangga terhadap anaknya. Suatu hari Aipad diundang ke istana untuk menerima mahkota kerajaan sebagai hadiahnya. Aipad datang bersama Sari Bulan dan keluarga Tangko. Begitu melihat Sari Bulan, Datu Panda’i langsung dapat mengenali istrinya dan memeluknya penuh haru. Aipad adalah putra mahkota yang selama ini hilang. Kemudian Aipad diangk at menjadi raja menggantikan ayahnya yang telah tua. Ketiganya berkumpul kembali dengan bahagia. Raja Aipad mengubah nama kerajaan menjadi Kerajaan Tangko. Sementara itu, Kunti yang jahat dikurung dalam sebuah sumur yang sangat dalam. Pesan moral dari Cerita Dongeng Anak Pendek NTB Kisah Sari Bulan adalah kebaikan senantiasa akan mengalahkan keburukan. Ketabahan don kesabaran menjalani hidup dalam keadaan apa pun akan membuahkan hasil yang baik. Pandai-pandailah mensyukuri nikmat Tuhan, sebab kebahagiaan akan datang tanpa kita duga.
Ceritarakyat yang ditulis oleh Erli Yetti ini berasal dari Sumbawa. Cerita ini berkisah tentang Unduh Baca di Peramban. Putri Tujuh. Penulis: Adi Syaiful Mukhtar Tahun: 2016 Asal: Maluku 813.831 Pengunjung bulan ini:
Kisah Sari Bulan yang merupakan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat lebih dikenal dimasyarakat dengan judul Kembalinya Istri Datu Pandai. Jika pada posting sebelumnya kami banyak bercerita tentang cerita rakyat Nusa Tenggara timur, maka kali ini dongeng rakyat yang kami ceritakan diambil dari kumpulan cerita rakyat nusa tenggara barat. Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Kembalinya Istri Datu Pandai Legenda Asal Muasal Kerajaan Tangko Cerita Rakyat dari Nusa Tenggara Barat Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Datu Panda`i adalah putra mahkota kerajaan di Sumbawa. Suatu hari, ia bermimpi menikahi seorang gadis yang sangat cantik. Dalam mimpinya, ia memanggil gadis itu “Sari Bulan”. Begitu terjaga, Datu Panda’i bertekad untuk mencari Sari Bulan dan menikahinya. Jadi, ia memohon pada ayahnya agar diizinkan berlayar mencari gadis dalam mimpinya itu. Selama perjalanan, Datu Panda’i bersama pengawal-pengawalnya sering menemui kesulitan. Tapi pada hari ke-672, mereka mendapat petunjuk. Saat itu, mereka tengah kehabisan air. Mereka berlabuh di sebuah pulau kecil untuk mencari mata air. Saat itulah mereka melihat di pinggir sebuah sungai sekelompok wanita cantik sedang bersenda gurau. Salah satu di antara mereka berseru, “Sari Bulan, kemarilah!” Datu Panda’i terkesiap. Wanita yang dipanggil Sari Bulan itu benar-benar cantik, persis seperti dalam mimpinya. Datu Panda’i memberanikan diri untuk berkenalan denggn Sari Bulan. Ternyata, ayah Sari Bulan berada tak jauh dari sungai itu. Ia sedang menyiapkan peralatan untuk menangkap ikan. “Paman, aku datang ke sini untuk mencari istri. Aku bermimpi menikah dengan Sari Bulan, maka izinkanlah kami menikahinya sekarang,” kata Datu Panda’i pada ayah Sari Bulan. Melihat keseriusan Datu Panda’i, ayah Sari Bulan pun menikahkan mereka. Beberapa bulan setelah menikah, Datu Panda’i meminta restu pada ayah mertuanya untuk memboyong Sari Bulan ke kampung halamannya. “Sebentar lagi aku akan diangkat menjadi raja. Sari Bulan akan menjadi permaisuriku. Izinkan kami pergi, Paman.” Ayah Sari Bulan merestui. Ia berpesan, “Jagalah istrimu yang sedang hamil tua ini. Ingat, dalam perjalanan, jangan sekali-sekali singgah di Pulau Dewa. Di sana banyak jin dan iblis yang bisa mencelakaimu.” Datu Panda’i, Sari Bulan, dan para pengawainya meninggalkan desa Sari Bulan. Setelah berhari-hari berlayar, dan persediaan makan mereka mulai menipis. “Suamiku, aku ingin sekali makan daging menjangan. Maukah kau singgah di pulau terdekat untuk berburu menjangan?” tanya Sari Bulan. Untuk mengabulkan permintaan istrinya, Datu Panda’i menguruh pengawainya untuk membuang sauh. Mereka pun singgah di sebuah pulau kecil. Tanpa mereka sadari, pulau itu adalah Pulau Dewa. Saat suami dan para pengawainya pergi berburu menjangan, Sari Bulan tinggal sendirian di kapal. Mengetahui ada kapal yang berlabuh, para iblis mulai gelisah. Salah satunya adalah Kunti, pelayan iblis bernama Doro. Kunti tak ingin menjadi pelayan selamanya, ia ingin menjadi istri raja. Oleh karena itu, Kunti segera mendatangi kapal Datu Panda’i. Melihat Sari Bulan sendirian, timbullah niat jahatnya. Kunti menyerang Sari Bulan dan tanpa belas kasihan, ia mencongkel kedua mata Sari Bulan. Sari Bulan didorong ke laut. Namun Tuhan masih melindunginya. Bajunya tersangkut pada kemudi dalam air, sehingga ia tidak tenggelam. Cerita Rakyat dari Nusa Tenggara Barat Sekembalinya dari berburu, Datu Panda’i sangat terkejut melihat keadaan kapal yang porak-poranda. Ia segera mencari istrinya. Alangkah kagetnya ia, ketika melihat Sari Bulan telah berubah menjadi wanita yang buruk rupa. “Oh, pasti istriku terkena kutukan. Ya Tuhan, aku tak sadar, pulau ini adalah Pulau Dewa!” teriaknya. Datu Panda’i mengira istrinya telah dikutuk iblis menjadi buruk rupa dan kehilangan bayi dalam kandungannya. Apalagi Kunti juga mengenakan pakaian dan perhiasan milik Sari Bulan. Dengan menyesal, Datu Panda’i melanjutkan perjalanannya. Setibanya di kerajaan, Datu Panda’i dinobatkan menjadi raja. Kunti pun menjadi permaisuri. Sebagai permaisuri, tingkahnya sangat sombong dan gila hormat. Sementara itu, di tempat lain, Sari Bulan yang tersangkut di kemudi kapal diselamatkan oleh kerang raksasa. Kerang itulah yang membawanya ke daratan, ke kerajaan Datu Panda’i. Begitu tiba di daratan, Sari Bulan langsung melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Dengan kedua matanya yang buta, Sari Bulan merawat dan membesarkan anaknya yang diberi nama Aipad. Untuk memenuhi kehidupan mereka, Sari Bulan dan Aipad mengemis. Suatu hari, Aipad mengemis pada seorang nelayan bernama Tangko yang baru pulang dari melaut. Karena kasihan, Tangko memberi Aipad ikan terbesar hasil tangkapannya hari itu. Ketika hendak memasak ikan, Sari Bulan menemukan duo biji matanya dalam perut ikan tersebut. Aipad lalu memasangkan biji mata itu pada rongga mata ibunya sehingga Sari Bulan bisa melihat kembali. Mereka berterima kasih pada Tangko dan mengabdikan diri untuk melayani Tangko. Tangko dan istrinya sudah menganggap Aipad sebagai anak mereka sendiri. Apalagi mereka memang tidak dikaruniai anak. Mereka membelikan kuda pacu untuk Aipad dan melatih Aipad setiap hari. Beberapa tahun kemudian, Aipad menjadi pemuda yang gagah dan terampil berkuda. Karena keterampilannya itu, Aipad bermaksud mengikuti lomba pacuan kuda yang diadakan raja. Raja itu tak lain adalah Datu Panda’i, ayahnya sendiri. Hadiah lomba itu tidak main-main, mahkota kerajaan! Namun jika kalah, peserta lomba harus menjadi budak istana selama-lamanya. Dengan restu Tangko dan ibunya, Aipad berangkat menuju ke istana. Singkat cerita, Aipad berhasil mengalahkan seluruh peserta, termasuk Datu Panda’i sendiri. Datu Panda’i menepati janjinya, ia meminta Aipad untuk datang ke istana keesokan harinya untuk dinobatkan sebagai raja. Aipad datang bersama ibunya, Sari Bulan. Alangkah terkejutnya Datu Panda’i ketika melihat Sari Bulan. “Istriku? “Lalu siapa yang menjadi permaisuriku selama ini? Apakah Aipad adalah anakku?” tanyanya beruntun. Sari Bulan menceritakan kejadian yang ia alami, termasuk perlakuan Kunti padanya. Datu Panda’i memeluk Sari Bulan dan Aipad dengan bahagia. “Rupanya takhta kerajaanku jatuh ke tangan anakku sendiri,” katanya. Segera setelah itu, ia memerintahkan pengawainya untuk menangkap Kunti dan menjebloskannya ke dalam penjara. Datu Panda’i, Sari Bulan, dan Aipad hidup bersama. Untuk membalas jasa Tangko, Aipad mengganti nama kerajaan menjadi Kerajaan Tangko. Pesan moral dari Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Kisah Sari Bulan untukmu adalah Jangan menggunakan cara-cara licik atau berbohong demi mencapai tujuan. Bagaimanapun rapinya kebohongan itu disimpan, suatu saat pasti akan terungkap juga. Bagaimana apakah adik-adik suka dengan salah satu contoh cerita rakyat dari negeri yang kita cintai yaitu Indonesia ini? Jika kalian suka dengan kumpulan dongeng dan cerita rakyat di blog kami ini. Kami sangat menghargai jika adik-adik membagikan link blog kami ini melalui sosial media seperti facebook, google plus ataupun twitter. Bagi adik-adik yang telah bersedia membagikan blog ini di sosial media, kami haturkan banyak-banyak terima kasih. Dengan membagikan blog ini artinya adik-adik telah berpartisipasi membagikan suatu kisah untuk anak-anak indonesia. Selamat membaca.
barangbarang peninggalan masa lalu, dan hasil penemuanartefak/bukti arkeologis lainnya. Sementara cerita-cerita rakyat dan babad lontar ini secara keilmuan belum bisa dijadikan sebagai acuan ilmiah untuk mengetahui tentang kebenaran sebuah peristiwa dalam sejarah. Penemuan-penemuan di Gunung Piring, desa Truwaikecamatan Pujut,.Lombok Selatan oleh Proyek Penggalian danPenelitian Purbakala
10 min Stories for Kids Sebuah cerita rakyat yang berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Bercerita tentang kembalinya istri Datu Panda'i yang bernama Sari Bulan. More Episodes Soke Bahtera Sebuah cerita rakyat yang berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Bercerita tentang kembalinya istri Datu Panda'i yang bernama Sari Bulan. 10 min More Episodes Soke Bahtera
34Provinsi Rumah adat Pakaian Tarian Tradisional Senjata Tradisional Lagu Bahasa Suku Julukan di Indonesia - Indonesia sangatlah kaya dengan keaneka ragaman istiadat pun budaya, tentu saja hal tersebut disebabkan oleh distrik Indonesia yang berbentuk kepulauan sehingga meningkatkan kekayaan dan keanekaragaman kebiasaan masing-masing pulau.
Kumpulan cerpen anak sekolah yang kami posting di blog adalah cerita rakyat dan fabel yang kami dapatkan dari seluruh dunia. Semua ceritanya seru dan mengandung pesan moral yang bagus. Kumpulan Cerpen Anak Sekolah Kisah Sari Bulan dan Pangeran Datu Pandai Suatu hari, Datu Pandai, putra mahkota Kerajaan Sumbawa, bermimpi menikah dengan seorang gadis cantik yang bernama Sari Bulan. Begitu bangun, ia berkeinginan mencari Sari Bulan. Ia pun memohon kepada ayahnya agar diizinkan pergi berlayar. Suatu hari, ia berlabuh di sebuah pulau kecil untuk mencari air. Saat itulah mereka melihat sekelompok wanita cantik sedang bermain. Salah satu di antara mereka ada yang berteriak, “Sari Bulan, ayo main di sini!” Datu Pandai kaget. Sebab, wanita yang dipanggil Sari Bulan itu cantik seperti dalam mimpinya. Ia pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan Sari Bulan. Ayah Sari Bulan ternyata tak jauh dari sungai itu. Ia sedang menyiapkan peralatan menangkap ikan. Ia pun mendatangi ayah Sari Bulan. “Paman, aku bermimpi menikah dengan Sari Bulan. Izinkanlah aku menikahinya sekarang,” kata Datu Pandai. Melihat keseriusan Datu Pandai, ayah Sari Bulan merestui pernikahan mereka. Beberapa bulan kemudian, ia memboyong Sari Bulan ke kampung halamannya. Saat itu, Sari Bulan tengah hamil besar. Sebelum pergi, sang Ayah Sari Bulan berpesan, “Jagalah istrimu. Ia sedang sedang hamil tua. Ingat, dalam perjalanan, jangan sekali-sekali singgah di Pulau Dewa.” Kumpulan Cerpen Anak Sekolah Sari Bulan dan Pangeran Setelahnya, Datu Pandai beserta rombongannya berangkat. Setelah berhari-hari berlayar, persediaan makan mereka menipis. Saat itu, Sari Bulan berkeinginan memakan daging menjangan. Datu Pandai pun menuruti keinginan istrinya. Ia singgah di sebuah pulau kecil, yang ternyata adalah Pulau Dewa. Sang Suami dan para pengawalnya berburu menjangan, Sari Bulan sendirian di kapal. Saat itu, ada iblis, bernama Kunti, mendekati kapal. Iblis ini ingin menjadi istri raja. Ia pun mendorong Sari Bulan ke lautan. Kemudian, ia memakai baju Sari Bulan. Sekembalinya dari berburu, Datu Pandai terkejut melihat isi kapalnya porak poranda. Ia segera mencari istrinya. Alangkah kagetnya ia ketika melihat Kunti, yang dikira istrinya, menjadi buruk rupa. Ia pun menganggap jika istrinya terkena kutukan. Ia pun bergegas pergi dari pulau itu. Setibanya di kerajaan, Datu Pandai diangkat menjadi raja. Kunti pun menjadi permaisuri yang sombong. Di tempat lain, Sari Bulan diselamatkan oleh kerang raksasa. Kerang itu membawa Sari Bulan ke daratan. Begitu tiba, Sari Bulan melahirkan bayi laki-laki tampan. Sari Bulan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang. Anak itu diberi nama Aipad. Singkat cerita, Aipad tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah. Suatu hari, ia mengikuti lomba pacuan kuda yang diadakan raja, yang tak lain adalah Datu Pandai. Dalam perlombaan itu, ia berhasil mengalahkan seluruh peserta, termasuk Datu Pandai. Oleh sang Raja, ia pun dinobatkan sebagai raja. Saat itu, Aipad datang bersama ibunya. Alangkah terkejutnya Datu Pandai ketika melihat Sari Bulan. Saat itu, Sari Bulan menceritakan kejadian yang ia alami. Mendengar cerita itu, Datu Pandai memeluk Sari Bulan dan Aipad dengan bahagia. Setelah itu, ia menangkap dan memenjarakan Kunti. Baca juga Kumpulan Cerpen Anak Sekolah kami lainnya pada posting kami berikut ini Kumpulan Cerpen Anak Sekolah Dasar dari Jerman dan Yunani serta Kumpulan Cerpen Untuk Anak SD Terbaik Yunani Dengan Pesan Moral
Keusilansaya semata-mata didorong oleh keprihatinan menyaksikan kondisi Sari. "Suamiku sih janji, kalau sudah dapat anak lelaki baru berhenti," kata Sari sambil menepuk-nepuk bayinya. "Laki perempuan kan sama saja, Sar," lagi-lagi saya kembali sok tahu. "Kamu kan tahu gimana orang Batak terhadap anak lelaki," sahut Sari.
Selain keberagaman budaya berupa tarian dan lagu daerah, Indonesia juga memiliki banyak cerita rakyat hingga melegenda. Cerita rakyat ini dilestarikan dari mulut ke mulut, sehingga tak heran jika dari Sabang sampai Merauke tahu mengenai cerita rakyat dari suatu ini adalah tujuh cerita rakyat yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah kisah Sari Bulan asal Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB. Penasaran seperti apa kisahnya? Yuk simak ulasan berikut Timun MasIlustrasi kisah Timun Mas Istimewa Cerita rakyat Timun Mas menceritakan seorang anak bernama Timun Mas. Cerita berawal dari Sarni yang merupakan seorang ibu, ia bertemu dengan raksasa yang meminta anak untuk memberikan sebuah biji timun karena Sarni tidak memiliki anak, katanya biji tersebut dapat memberikan anak setelah dua minggu. Namun, sang raksasa meminta agar anak tersebut diserahkan kepadanya ketika anak tersebut telah berusia 6 tahun. Baca Juga BTS Army Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Laut Lombok Utara 2. Malin KundangIlustrasi kisah Malin Kundang Istimewa Cerita rakyat ini merupakan cerita rakyat yang sangat populer, bahkan tidak jarang dijadikan sebagai petuah untuk anak “jangan durhaka kalau tidak mau dikutuk menjadi batu”. Cerita ini sendiri berasal dari Sumatera ini menceritakan seorang Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya, ia tidak mau mengakui keberadaan ibunya setelah ia sukses merantau. Ibunya pun berdoa agar sang anak dikutuk, dan Malin Kundang pun dikutuk menjadi sebuah batu SangkuriangIlustrasi kisah Sangkuriang Istimewa Kepopuleran cerita rakyat Sangkurigan tidak berbeda jaug dengan Malin Kundang, keduanya sama-sama merupakan cerita rakyat yang sangat populer hingga ke seluruh nusantara. Cerita rakyat Sangkuriang berasal dari Jawa ini menceritakan seorang anak bernama Sangkuriang yang melamar ibu kandungnya sendiri yang bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi membuat syarat, ia ingin dibuatkan sampan yang sangat besar. Baca Juga Pemuda Asal Aceh Ditangkap Bawa 1 Kg Sabu di Lombok, Gagal Nikah Deh! 4. Batu MenangisIlustrasi kisah Batu Menangis Istimewa Meskipun tidak sepopuler Sangkuriang dan Malin Kundang, namun cerita rakyat ini tetap perlu untuk dilestarikan. Cerita rakyat Batu Menangis yang menceritakan seorang ibu yang memiliki anak perempuan cantik ini berasal dari Kalimantan sekali, anak tersebut sangat angkuh dan pemalas. Suatu hari, sang ibu mengajak anak pergi ke pasar dan anak tersebut mengatakan bahwa ibunya adalah pembantu, sang ibu pun sedih dan berdoa agar anaknya dihukum, anak tersebut pun berubah menjadi batu dan Jaka TarubIlustrasi kisah Jaka Tarub Istimewa Cerita rakyat ini dapat disebut Jaka Tarub atau Telaga Bidadari. Pada awalnya, terdapat 7 bidadari sedang bermain air di sebuah telaga, Jaka Tarub pun melihatnya dan ia mencuri salah satu baju milik sang bermain air, para bidadari pun berniat kembali ke kayangan, namun bidadari yang dicuri bajunya tidak dapat kembali karena baju tersebut juga merupakan alat terbangnya. Jaka Tarub pun menertawainya dan menawari sang bidadari untuk tinggal bersamanya selama di Lutung KasarungIlustrasi kisah Lutung Kasarung Istimewa Cerita rakyat ini menceritakan Purbasari yang merupakan putri cantik, ia diusir dari istana. Karena itulah yang ditunjuk sebagai ratu adalah kakaknya, bukan hidup di luar istana dan mengembara, beruntungnya ia bertemu lutung yang merupakan jelmaan pangeran dari Istana Kayangan. Lutung tersebut mencari istri yang cantik, dan mereka berdua mencari keadilan dengan merebut tahta kerajaan dari kakak Purbasari yang Kisah Sari BulanIlustrasi kisah Sari Bulan asal Nusa Tenggara Barat Istimewa Cerita rakyat ini berasal dari Nusa Tenggara Barat, di sini cerita ini lebih dikenal dengan sebutan Kembalinya Istri Datu akhir cerita, Datu Pandai, Sari Bulan, dan Aipad hidup bersama. Nama kerajaan pun diubah menjadi Kerajaan Tangko karenaia telah tujuh cerita rakyat nusantara dan sedikit jalan ceritanya. Kisah mana yang paling kamu sukai? Baca Juga Ternak Terpapar PMK di Lombok, 108 Ekor Dipotong Paksa
TALIWANGPuluhan warga Sumbawa Barat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) melaksanakan aksi demo, kemarin. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada AMNT selaku perusahaan tambang tembaga dan emas yang beroperasi di Batu Hijau, Kecamatan Sekongkang. Gerak Gugat AMNT juga mengajak seluruh masyarakat KSB untuk bersama-sama menutup dan
AbstractPenelitian ini adalah sebuah studi untuk mendeskripsikan struktur cerita dan nilai edukatif yang terdapat di dalam cerita rakyat Sumbawa. Cerita rakyat yang digunakan dalam penelitian yakni 1 “Tanjung Menangis”, 2 “Buen Lajendre”, 3 “Sari Bulan”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi content analysis yang berfokus pada satu sasaran subjek, yaitu cerita rakyat Sumbawa. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara sejumlah dianalisis menggunakan teknik cuplikan sampling yaitu dengan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis dengan pendekatan struktural dan analisis model interaktif interactive model of analysis.Hasil penelitian menunjukkan struktur yang sederhana dan amanat yang terkandung dalam cerita rakyat Sumbawa cukup bervariasi. Nilai edukatif yang terdapat di dalam ketiga cerita rakyat Sumbawatersebut antara lain nilai edukatif moral, nilai edukatif adat tradisi, nilai edukatif agama religi, nilai edukatif sejarah historis dan nilai kepahlawanan. Kata kunci analisis wacana, cerita rakyat, Sumbawa, nilai edukatif, kajian R. 2020. ANALISIS WACANA CERITA RAKYAT SUMBAWA KAJIAN STRUKTURAL DAN NILAI EDUKATIF. Basastra, 91, 47. SeniorityPhD / Post grad / Masters / Doc 375%Readers' Discipline
sudahtiga bulan aku tidak pergi untuk jalan-jalan. terutama ke gelodok. wah, sebenarnya aku sudah ingin sekali membeli cd film-film terbaru di sana. selain di gelodok ada lagi tempat paforitku di jakarta yaitu roxy. di sana walaupun kita tidak membawa uang, yang penting kita bisa cuci mata melihat hp terbdru. terutamanya sih bukan hp saja yang
Datu Panda`i yaitu putra mahkota kerajaan di Sumbawa. Satu hari, ia punya mimpi menikah dengan seseorang gadis yang sangatlah cantik. Dalam mimpinya, ia memanggil gadis itu " Sari Bln. ". Demikian terbangun, Datu Panda'i berkemauan untuk mencari Sari Bln. serta menikahinya. Jadi, ia memohon pada ayahnya supaya diizinkan berlayar mencari gadis dalam mimpinya itu. Sepanjang perjalanan, Datu Panda'i berbarengan pengawal-pengawalnya kerap menjumpai kesusahan. Namun pada hari ke-672, mereka memperoleh panduan. Waktu itu, mereka tengah kehabisan air. Mereka berlabuh di suatu pulau kecil untuk mencari mata air. Waktu tersebut mereka lihat di tepi suatu sungai sekumpulan wanita cantik tengah bersenda gurau. Salah satu diantara mereka berseru, " Sari Bln., kemarilah! " Datu Panda'i terkesiap. Wanita yang di panggil Sari Bln. itu betul-betul cantik, sama seperti dalam mimpinya. Datu Panda'i membulatkan tekad untuk berteman denggn Sari Bln.. Nyatanya, bapak Sari Bln. ada tidak jauh dari sungai itu. Ia tengah mempersiapkan peralatan untuk menangkap ikan. " Paman, saya datang kesini untuk mencari istri. Saya punya mimpi menikah dengan Sari Bln., jadi izinkanlah kami menikahinya saat ini, " kata Datu Panda'i pada bapak Sari Bln.. Lihat keseriusan Datu Panda'i, bapak Sari Bln. juga menikahkan mereka. Sebagian bln. sesudah menikah, Datu Panda'i meminta restu pada bapak mertuanya untuk memboyong Sari Bln. ke kampung halamannya. " Sebentar lagi saya bakal diangkat jadi raja. Sari Bln. bakal jadi permaisuriku. Ijinkan kami pergi, Paman. " Bapak Sari Bln. merestui. Ia berpesan, " Jagalah istrimu yang tengah hamil tua ini. Ingat, dalam perjalanan, janganlah sekali-sekali berkunjung di Pulau Dewa. Disana banyak jin serta iblis yang dapat mencemoohkaimu. " Datu Panda'i, Sari Bln., serta beberapa pengawainya meninggalkan desa Sari Bln.. Sesudah berhari-hari berlayar, serta persediaan makan mereka mulai menipis. " Suamiku, saya mau sekali makan daging menjangan. Maukah kau berkunjung di pulau paling dekat untuk berburu menjangan? " bertanya Sari Bln.. Untuk mengabulkan keinginan istrinya, Datu Panda'i menguruh pengawainya untuk buang sauh. Mereka juga berkunjung di suatu pulau kecil. Tanpa ada mereka sadari, pulau itu yaitu Pulau Dewa. Waktu suami serta beberapa pengawainya pergi berburu menjangan, Sari Bln. tinggal sendirian di kapal. Tahu ada kapal yang berlabuh, beberapa iblis mulai gelisah. Satu diantaranya yaitu Kunti, pelayan iblis bernama Doro. Kunti tidak mau jadi pelayan selama-lamanya, ia mau jadi istri raja. Oleh karenanya, Kunti selekasnya mendatangi kapal Datu Panda'i. Lihat Sari Bln. sendirian, timbullah kemauan jahatnya. Kunti menyerang Sari Bln. serta tanpa ada belas kasihan, ia mencongkel ke-2 mata Sari Bln.. Sari Bln. didorong ke laut. Tetapi Tuhan masih tetap melindunginya. Pakaiannya tersangkut pada kemudi di air, hingga ia tak terbenam. Sekembalinya dari berburu, Datu Panda'i sangatlah terperanjat lihat situasi kapal yang porak-poranda. Ia selekasnya mencari istrinya. Alangkah kagetnya ia, saat lihat Sari Bln. sudah beralih jadi wanita yang jelek rupa. " Oh, pasti istriku terserang kutukan. Ya Tuhan, saya tidak sadar, pulau ini yaitu Pulau Dewa! " teriaknya. Datu Panda'i menduga istrinya sudah dikutuk iblis jadi jelek rupa serta kehilangan bayi dalam kandungannya. Terlebih Kunti juga kenakan pakaian serta perhiasan punya Sari Bln.. Dengan menyesal, Datu Panda'i meneruskan perjalanannya. Setibanya di kerajaan, Datu Panda'i dinobatkan jadi raja. Kunti juga jadi permaisuri. Juga sebagai permaisuri, tingkahnya sangatlah sombong serta hilang ingatan hormat. Disamping itu, ditempat lain, Sari Bln. yang tersangkut di kemudi kapal diselamatkan oleh kerang raksasa. Kerang tersebut yang membawanya ke daratan, ke kerajaan Datu Panda'i. Demikian tiba di daratan, Sari Bln. segera melahirkan seseorang bayi laki-laki yang tampan. Dengan ke-2 matanya yang buta, Sari Bln. menjaga serta membesarkan anaknya yang dinamakan Aipad. Untuk penuhi kehidupan mereka, Sari Bln. serta Aipad mengemis. Satu hari, Aipad mengemis pada seseorang nelayan bernama Tangko yang baru pulang dari melaut. Lantaran kasihan, Tangko berikan Aipad ikan paling besar hasil tangkapannya hari itu. Saat akan memasak ikan, Sari Bln. temukan duo biji matanya dalam perut ikan itu. Aipad lantas memasangkan biji mata itu pada rongga mata ibunya hingga Sari Bln. dapat lihat kembali. Mereka berterima kasih pada Tangko serta mengabdikan diri untuk melayani Tangko. Tangko serta istrinya telah berasumsi Aipad juga sebagai anak mereka sendiri. Terlebih mereka memanglah tak dikaruniai anak. Mereka membelikan kuda picu untuk Aipad serta melatih Aipad sehari-hari. Satu tahun lebih lalu, Aipad jadi pemuda yang gagah serta trampil berkuda. Lantaran ketrampilannya itu, Aipad punya maksud ikuti lomba pacuan kuda yang diselenggarakan raja. Raja itu tidak lain yaitu Datu Panda'i, ayahnya sendiri. Hadiah lomba itu tak main-main, mahkota kerajaan! Tetapi bila kalah, peserta lomba mesti jadi budak istana selamanya. Dengan restu Tangko serta ibunya, Aipad pergi menuju ke istana. Singkat cerita, Aipad sukses menaklukkan semua peserta, termasuk juga Datu Panda'i sendiri. Datu Panda'i menepati janjinya, ia meminta Aipad untuk datang ke istana esok harinya untuk dinobatkan juga sebagai raja. Aipad datang berbarengan ibunya, Sari Bln.. Alangkah terkejutnya Datu Panda'i saat lihat Sari Bln.. " Istriku? " Lantas siapa sebagai permaisuriku sampai kini? Apakah Aipad yaitu anakku? " tanyanya beruntun. Sari Bln. menceritakan peristiwa yang ia alami, termasuk juga perlakuan Kunti padanya. Datu Panda'i memeluk Sari Bln. serta Aipad dengan bahagia. " Rupanya takhta kerajaanku jatuh ke tangan anakku sendiri, " tuturnya. Selekasnya kemudian, ia memerintahkan pengawainya untuk menangkap Kunti serta menjebloskannya ke penjara. Datu Panda'i, Sari Bln., serta Aipad hidup berbarengan. Untuk membalas layanan Tangko, Aipad ganti nama kerajaan jadi Kerajaan Tangko. Kamu baru saja membaca tentang Kisah Sari Bulan Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat
PV33UsJ. xvod3x1hql.pages.dev/356xvod3x1hql.pages.dev/10xvod3x1hql.pages.dev/489xvod3x1hql.pages.dev/471xvod3x1hql.pages.dev/153xvod3x1hql.pages.dev/412xvod3x1hql.pages.dev/187xvod3x1hql.pages.dev/222
cerita rakyat sumbawa sari bulan